<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313687471363164554</id><updated>2011-07-30T11:58:20.034-07:00</updated><title type='text'>sejarah, peradaban dan pemikiran</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313687471363164554/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rahman Akhyar Al Achie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15876093869757793429</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_fCUz032Oicc/SjJY1zbQwPI/AAAAAAAAAAM/9GvTUOBpsjk/S220/akhyar.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313687471363164554.post-5446506346161968607</id><published>2009-08-13T08:17:00.000-07:00</published><updated>2009-08-13T08:20:36.759-07:00</updated><title type='text'>KEJAHATAN ABDUL GHAFFAR TERHADAP  ISLAM DAN ACEH Oleh : Rahman Akhyar *</title><content type='html'>Itulah Abdul Ghaffar yang nama lengkapnya, Christian Snouck Hurgronje, lahir di pada 8 Februari 1857 di Tholen, Oosterhout, Belanda. Seperti ayah, kakek, dan kakek buyutnya yang betah menjadi pendeta Protestan, Snouck pun sedari kecil sudah diarahkan pada bidang teologi. Tamat sekolah menengah, dia melanjutkan ke Universitas Leiden untuk mata kuliah Ilmu Teologi dan Sastra Arab, 1875. Lima tahun kemudian, dia tamat dengan predikat cum laude dengan disertasi Het Mekaansche Feest (Perayaan di Mekah). Tak cukup bangga dengan kemampuan bahasa Arab-nya, Snouck kemudian melanjutkan pendidiklan ke Mekah, 1884. Di Mekah, keramahannya membuat para ulama tak segan membimbingnya. Dan untuk kian merebut hati ulama Mekah, Snouck memeluk Islam dan berganti nama menjadi Abdul Ghaffar. &lt;br /&gt; Sejarah mencatat bahwa snouck menyatakan Islam di hadapan orang banyak dan saksi-saksi secara tipu muslihat. Dia terus memainkan peran ditengah kaum muslimin Mekkah, kemudian di Indonesia selama hidupnya. Fakta sejarah menunjukkan bahwa kedustaan snouck hurgronje dan rencana penyamarannya itu bukan tidak mungkin menunjukkan bahwa ia masuk Islam di Jeddah serta hubungnnya dengan orang-orang Aceh di Mekkah itu termasuk perbuatannya yang berpura-pura. &lt;br /&gt;Dengan kedustaan tersebut ia telah mendapatkan jalan memasuki daerah aceh, tempat dimana ia akan mengumpulkan berbagai informasi yang dapat dijadikan sebagai aset untuk memecah belah Aceh. Dalam perjalanan mata-matanya itu, orang-orang Aceh, termasuk beberapa ulama, menaruh kepercayaan penuh kepadanya. Mereka memberi sambutan hangat dan menerima kedatangannya. Laporan-laporannya (kepada pemerintah Belanda) berisi kebencian, dendam, pemutarbalikan, dan kebohongan, khususnya terhadap para ulama yang dianggap sebagai kendala penghambat tunduknya daerah Aceh kepada pemerintah Belanda. Para ulama merupakan motor penggerak spitritual masyarakat dalam membela daerah itu sehingga di dalam laporan-laporan spionasenya, para ulama itu berpuluh-puluh kali dijuluki gerombolan ulama. &lt;br /&gt;Selain itu, dia pun menyampaikan usul kepada pemerintah kolonial untuk menempuh cara politik kekerasan dan penumpasan terhadap para ulama dengan menyatakan: &lt;br /&gt;“Sesungguhnya musuh utama dan yang giat adalah para ulama dan para petualang yang menyusun gerombolan-gerombolan yang kuat. Sekalipun jumlah mereka sedikit dan tumbuh di antara lapisan-lapisan masyarakat yang bermacam-macam, mereka mendapat tambahan dari sebagian penduduk dan pemimpin-pemimpinnya. Tidak mungkin akan diperoleh manfaat dalam perundingan dengan partai musuh ini karena akidah dan kepentingan pribadi mereka mengharuskan mereka untuk tidak tunduk, kecuali dengan penggunaan kekerasan terhadap mereka. Sesungguhnya persyaratan yang paling mendasar untuk mengembalikan peraturan di daerah Aceh haruslah mengkaunter para ulama dengan kekerasan sehingga ‘ketakutan’ menjadi faktor yang menghalangi orang-orang Aceh untuk bergabung dengan pemimpin-pemimpin gerombolan agar terhindar dari bahaya. Menurut pendapat saya, mesti dipersiapkan rencana mata-mata yang efektif dan terorganisasi untuk memata-matai Tuanku Kuta Karang (pemimpin ulama pada tahun 1892) dan gerombolannya. Pasti akan ada hasil awalnya. Biarpun saya tidak mampu menjelaskan seluruh rinciannya, namun saya berani berkata bahwa pekerjaan mata-mata itu adalah suatu kemungkinan.” &lt;br /&gt;Sebuah fakta yang tak bisa dilupakan, Snouck telah melibatkan drinya untuk kepentingan penjajahan dengan bukti pernyataan dan laporannya kepada Jendral Van Houts untuk memerangi kaum muslimin di seluruh wilayah jajahan Belanda. Dengan kata lain ia mengusulkan untuk menggunakan kekerasan dalam menumpas kaum muslimin. Karena itu Jendral tadi mendapat julukan “pedang Snouck yang ampuh” karena keberhasilannya dalam memerangi umat Islam. &lt;br /&gt;Sapu bersih Aceh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi utama Snouck adalah "membersihkan" Aceh. Setelah melakukan studi mendalam tentang semua yang terkait dengan masyarakat ini, Snouck menulis laporan panjang yang berjudul kejahatan-kejahatan Aceh. Laporan ini kemudian jadi acuan dan dasar kebijakan politik dan militer Belanda dalam menghadapai masalah Aceh. Pada bagian pertama, Snouck menjelaskan tentang kultur masyarakat Aceh, peran Islam, 'Ulama, dan peran tokoh pimpinannya. Ia menegaskan pada bagian ini, bahwa yang berada di belakang perang dahsyat Aceh dengan Belanda adalah para 'Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tokoh-tokoh formalnya bisa diajak damai dan dijadikan sekutu, karena mereka hanya memikirkan bisnisnya. Snouck menegaskan bahwa Islam harus dianggap sebagai faktor negatif, karena dialah yang menimbulkan semangat fanatisme agama di kalangan muslimin. Pada saat yang sarna, Islam membangkitkan rasa kebencian dan permusuhan rakyat Aceh terhadap Belanda. Jika dimungkinkan "pembersihan" 'Ulama dari tengah masyarakat, maka Islam takkan lagi punya kekuatan di Aceh. Setelah itu, para tokoh-tokoh adat bisa menguasai dengan mudah. Bagian kedua laporan ini adalah usulan strategis soal militer. Snouck mengusulkan dilakukannya operasi militer di desa-desa di Aceh untuk melumpuhkan perlawanan rakyat yang menjadi sumber kekuatan 'Ulama. Bila ini berhasil, terbuka peluang untuk membangun kerjasama dengan pemimpin lokal. Dan ini tak lebih dari bantuan intelejen pribumi.&lt;br /&gt;Selama tujuh bulan Snouck berada si Aceh, sejak 8 Juli 1891, baru pada 23 Mei 1892, ia mengajukan Atjeh Verslag, laporannya kepada pemerintah Belanda tentang pendahuluan budaya dan keagamaan, dalam lingkup nasehat strategi kemiliteran Snouck. &lt;br /&gt;Sebagian besar Atjeh Verslag kemudian diterbitkan dalam De Atjeher dalam dua jilid yang terbit 1893 dan 1894. Dalam Atjeh Verslag-lah pertama disampaikan agar kotak kekuasaan di Aceh dipecah-pecah. Itu berlangsung lama, karena sampai 1898, Snouck masih saja berkutat pada perang kontra-gerilya.&lt;br /&gt;Islam dan teori Snouck&lt;br /&gt;Islam masuk ke Nusantara dibawa para pedagang dari Gujarat, India, di abad ke 14 Masehi. Teori masuknya Islam ke Nusantara dari Gujarat ini disebut juga sebagai Teori Gujarat. Demikian menurut buku-buku sejarah yang sampai sekarang masih menjadi buku pegangan bagi para pelajar kita, dari tingkat sekolah dasar hingga lanjutan atas, bahkan di beberapa perguruan tinggi.&lt;br /&gt;Pada dasarnya Islam di Nusantara termasuk generasi Islam pertama. Inilah yang oleh banyak sejarawan dikenal sebagai Teori Makkah. Jadi Islam di Nusantara ini sebenarnya bukan berasal dari para pedagang India (Gujarat) atau yang dikenal sebagai Teori Gujarat yang berasal dari Snouck Hurgronje, karena para pedagang yang datang dari India, mereka ini sebenarnya berasal dari Jazirah Arab, lalu dalam perjalanan melayari lautan menuju Sumatera (Kutaraja atau Banda Aceh sekarang ini) mereka singgah dulu di India yang daratannya merupakan sebuah tanjung besar (Tanjung Comorin) yang menjorok ke tengah Samudera Hindia dan nyaris tepat berada di tengah antara Jazirah Arab dengan Sumatera &lt;br /&gt;Gujarat adalah tempat persinggahan sementara/ transit di india, beberapa bulan kemudian mereka berlayar ke kuta raja (banda aceh), malaka dan sampai ke pusat kerajaan budha sriwijaya di selatan sumatra (sekutar palembang). Kejahatan snouck terhadap teori ini memang kesengajaan yang sangat besar. Teori Gujarat jelas dibikin agar umat Islam Indonesia tidak memiliki kebanggaan terhadap Islam dan tanah airnya. Padahal Islam telah masuk ke Indonesia jauh sebelumnya, yakni saat Rasulullah masih hidup. Teori Gujarat yang berasal dari Snouck Hurgronje jelas harus dihapus dari seluruh buku pelajaran anak-anak sekolah di negeri ini. Islam di Indonesia telah masuk di zaman Rasulullah SAW masih hidup, jadi bukan di abad ke-14, melainkan di abad ke-7. Masih teramat banyak lagi catatan sejarah yang harus diluruskan dan dipaparkan secara jujur. Wallahu’alam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis adalah staf  AFSIC ( Aceh Forum for the Study Islamic Civilization)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313687471363164554-5446506346161968607?l=ilmuushuluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/feeds/5446506346161968607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/2009/08/kejahatan-abdul-ghaffar-terhadap-islam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313687471363164554/posts/default/5446506346161968607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313687471363164554/posts/default/5446506346161968607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/2009/08/kejahatan-abdul-ghaffar-terhadap-islam.html' title='KEJAHATAN ABDUL GHAFFAR TERHADAP  ISLAM DAN ACEH Oleh : Rahman Akhyar *'/><author><name>Rahman Akhyar Al Achie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15876093869757793429</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_fCUz032Oicc/SjJY1zbQwPI/AAAAAAAAAAM/9GvTUOBpsjk/S220/akhyar.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313687471363164554.post-5435000759571305964</id><published>2009-06-14T05:56:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T05:57:43.583-07:00</updated><title type='text'>LAPORAN HASIL KEGIATAN KONVENSI MAHASISWA ISLAM ASIA TENGGARA &amp; RAPAT KORDINASI NASIONAL FORUM MAHASISWA USHULUDDIN SE-INDONESIA JAKARTA, 24-27 MARET</title><content type='html'>Oleh : Rahman Akhyar Al Achie&lt;br /&gt; REGISTRASI PESERTA&lt;br /&gt;Hari  : Selasa&lt;br /&gt;Tanggal : 24 Maret 2009 &lt;br /&gt;Tempat : Syahida Inn UIN Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;br /&gt;Pukul  : 09.00-23.00 WIB&lt;br /&gt; DESKRIPSI&lt;br /&gt;Sesuai ketentuan panitia Konvensi Mahasiswa Islam Asia Tenggara dan Rakornas Formadina bahwasannya setiap peserta diwajibkan untuk registrasi terlebih dahulu agar pemetaan dan pembagian akomodasi serta konsumsi bisa lebih efektif. Proses registrasi peserta dilaksanakan selama 1 (satu) hari full, dikarenakan ada beberapa peserta yang datang terlambat. Adapun jumlah peserta dalam negeri sebanyak 75 orang dari bebagai universitas, dan 15 orang dari luar negeri delegasi masing-masing negara ASEAN, serta tamu kehormatan dari negara Afrika Selatan (5 orang delegasi) &amp; Timor Leste (7 orang delegasi). Sehingga jumlah total peserta sebanyak 102 orang.&lt;br /&gt;Perincian Peserta Dalam Negeri&lt;br /&gt;1. IAIN AR-RANIRY ACEH    : 3 orang&lt;br /&gt;2. IAIN SULTHAN AMAL GORONTALO  : 4 orang&lt;br /&gt;3. IAIN RADEN INTAN LAMPUNG  : 5 orang&lt;br /&gt;4. STAIN PALOPO    : 2 orang&lt;br /&gt;5. STAIN PONOROGO    : 4 orang&lt;br /&gt;6. STAIN BENGKULU    : 3 orang&lt;br /&gt;7. UIN SULTHAN SYARIF QASIM RIAU  : 5 orang&lt;br /&gt;8. IAIN MEDAN SUMUT    : 3 orang&lt;br /&gt;9. IAIN WALISONGO SEMARANG  : 4 orang&lt;br /&gt;10. STAIN TULUNG AGUNG   : 3 orang&lt;br /&gt;11. STAIN CIREBON    : 5 orang&lt;br /&gt;12. IAIN IMAM BONJOL PADANG   : 8 orang&lt;br /&gt;13. STAIN KUDUS     : 3 orang&lt;br /&gt;14. IAIN BANTEN     : 3 orang&lt;br /&gt;15. IAIN JAMBI     : 2 orang&lt;br /&gt;16. STAIN KEDIRI     : 3 orang&lt;br /&gt;17. PTIQ JAKARTA     : 3 orang&lt;br /&gt;18. IIQ JAKARTA     : 3 orang&lt;br /&gt;19. UIN JAKARTA     : 3 orang&lt;br /&gt;20. IAIN PALU     : 3 orang&lt;br /&gt;21. STAIN SALATIGA    : 3 orang &lt;br /&gt;Perincian Peserta Luar Negeri&lt;br /&gt;1. THAILAND     : 8 orang&lt;br /&gt;2. FILIPHINA     : 4 orang&lt;br /&gt;3. MALAYSIA     : 3 orang&lt;br /&gt;4. AFRIKA SELATAN    : 5 orang&lt;br /&gt;5. TIMOR LESTE     : 8 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; OPENING CEREMONY / PEMBUKAAN&lt;br /&gt;Hari  : Rabu&lt;br /&gt;Tanggal : 25 Maret 2009 &lt;br /&gt;Tempat : Syahida Inn UIN Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;br /&gt;Pukul  : 09.00-10.00 WIB&lt;br /&gt; DESKRIPSI&lt;br /&gt;Kegiatan resmi Konvensi Mahasiswa Islam Asia Tenggara dan Rakornas Formadina diawali dengan opening ceremony / pembukaan. Adapun manual acara opening ceremony / pembukaan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Pembacaan Ayat Suci Alqur’an yang dilantunkan oleh saudari Waqo’atin perwakilan dari Institut Ilmu Al-Qu’an  (IIQ) Jakarta&lt;br /&gt;2. Sambutan Ketua Panitia yang disampaikan oleh saudara M. Abdul Idris Wahid perwakilan dari UIN Jakarta&lt;br /&gt;3. Sambutan Ketua Umum Formadina yang disampaikan oleh saudara Fery Cokroaminoto perwakilan dari pengurus pusat Formadina&lt;br /&gt;4. Sambutan pembina Formadina sekaligus pembukaan dan peresmian acara oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A&lt;br /&gt;NOTULENSI&lt;br /&gt;Opening Speaker : Prof. Dr. Nasarudddin Umar, M.A&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan Indonesia menjadi pusat peradaban Islam dunia. Pertama, wilayah strategis dengan jumlah penduduk Islam terbanyak di dunia. Kedua, negara maritim dengan sebagian besar masyarakatnya berada di pesisir. Negara-negara timur tengah berbeda dengan Indonesia, yang mempunyai negara kontinental dengan daerah teluk, sehingga memudahkan terjadinya konflik. Ketiga, Indonesia mempunyai landasan budaya dengan soft culture. Keempat, demokrasi yang dijalankan Indonesia. Amerika sebagai negara demokrasi hanya mempunyai dua partai dalam pemilu, indonesia dengan pemilihan secara langsung mengindikasikan demokrasi yang dijalankan merupakan keterwakilan sebagai negara dengan sistem demokrasi yang sangat baik.&lt;br /&gt;Pesan untuk FORMADINA: pertama, jangan lupakan spiritual hubungan kita kepada Allah. Allah akan selalu membantu disetiap perjumpaan kita kepada-Nya. Kedua, hormati orang yang lebih senior dan juga kepada orang tua kita. Ketiga, tingkatkan kretifitas dan aktifitas yang lebih bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SARASEHAN SEHARI; RETHINGKING OF SOUTH-EAST ASIA ISLAMIC TOWARD WORLD PEACE &lt;br /&gt;Hari  : Rabu&lt;br /&gt;Tanggal : 25 Maret 2009 &lt;br /&gt;Tempat : Syahida Inn UIN Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;br /&gt;Pukul  : 10.00-12.30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; DESKRIPSI&lt;br /&gt;Sarasehan atau seminar dalam kegiatan ini merupakan satu formula awal bagaimana generasi muda yang ada di kampus atau universitas Islam mampu mengimplementasikan segenap jiwa raganya untuk memajukan bangsanya masing-masing dalam domain serta pemikiran yang progresif-visioner. Adapun hasil dari adanya sarasehan ini adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Mengkaji ulang bentuk-bentuk pergerakan yang dilakukan oleh setiap mahasiswa Islam di Asia Tenggara.&lt;br /&gt;• Sharing atas semua bentuk pergerakan global di setiap wilayah Asia Tenggara.&lt;br /&gt;• Pembentukan spirit kepada mahasiswa Islam di Asia tenggara untuk memajukan bangsanya melalui pendidikan yang ada di wilayahnya masing-masing.&lt;br /&gt;Adapun pembicara yang mengisi kegiatan ini adalah&lt;br /&gt;1. Prof. Dr. Andi Faisal Bhakti (Pengamat Kebudayaan Islam Asia Tenggara)&lt;br /&gt;2. Drs. Junus Satrio Atmodjo, M.Hum (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan Departemen Budaya dan Pariwisata Republik Indonesia)&lt;br /&gt;dan yang bertindak sebagai moderator dalam  kegiatan ini adalah:&lt;br /&gt;Fery Cokroaminoto (Ketua Umum Formadina)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOTULENSI&lt;br /&gt;Speaker  1: Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, MA (Pengamat Kebudayaan Islam Asia Tenggara)&lt;br /&gt;Ada beberapa di wilayah di ASEAN yang mempunyai satu komunitas Islam, seperti di Thailand ada wilayah Pattani yang merupakan pemegang dan penganut Islam terbesar di Thailand. Islam maknanya: stability, unity, and security. Dalam konteks ini, saya akan mendefinisikan secara faktual yang pertama, negara harus mempunyai, keseimbangan (stability) dalam peradaban dan kebudayaan hal ini berarti bahwasanya islam memiliki nilai-nilai keseimbangan dalam sebuah kehidupan riil untuk pemeluknya. Kedua, Islam sebagai agama rahmatan lil alamin memiliki pola pikir, cara pandang akan sebuah kesatuan (unity). Walaupun negara Indonesia bukan negara yang berasaskan Islam, namun memiliki komitmen membentuk satu kesatuan republik Indonesia yang sering kita dengar, yakni NKRI. Ketiga, pemaknaan yang terakhir ini cenderung dengan pandangan kemiliteran, yakni keamanan atau perlindungan. Tetapi saya lebih suka memaknainya dengan jaminan. Karena kata yang terakhir inilah yang membuat kehidupan saya dan keluarga merasa nyaman, kenapa? Karena mendapat jaminan hidup tenang oleh negara, buktinya antara saya dan keluarga secara kultur sudah berbeda. Saya Indonesia, sementara istri saya dari luar negeri. Dari sinilah kemudian bisa saya aplikasikan dan artikan bahwasanya sebagai negara yang mayoritas Islam kita perlu saling menghormati antara budaya orang dengan budaya kita. Sehingga titik temu dari pemaknaan Islam tadi adalah sebuah perdamaian dunia. &lt;br /&gt;Speaker 2: Drs. Junus Satrio Atmodjo, M.Hum (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan Departemen Budaya dan Pariwisata Republik Indonesia)&lt;br /&gt;Indonesia memegang peranan dunia selama 350 tahun. Indonesia mempunyai pengalaman dunia, salah satunya adalah negara non-blok. Non-blok ini murni digagas oleh Indonesia bersama dengan Yugoslavia. Indonesia adalah negara yang paling toleran. Banyak orang yang tidak mengetahui secara detail negara Indonesia, ada hal-hal yang tidak seimbang terkait penyampaian Islam Indonesia terhadap dunia. Hargailah perbedaan, karena perbedaan itulah yang menjadi asas pengetahuan. Bagaimana Islam menanggapi globalisasi. Pertama, adalah kesabaran, untuk memberikan kesempatan mengetahui perubahan. Kedua, Teliti, apa dan bagaimana terjadi perubahan. Ketiga, Cerdas, Islam menghargai pengetahuan. Keempat,  Ajaktif, Indonesia mempunyai peranan penting dalam keberadaaan Laos, Vietnam, dan Timor Leste untuk menjadi bagian dari wilayah ASEAN. Sebagai seorang muslim yang hidup dalam birokrasi yang sarat dengan nilai-nilai toleransi, dalam hal ini adalah departemen kebudayaan, saya selalu menekankan bahwasanya Life stile adalah kebudayaan. Dalam suatu ketika saya berkunjung ke sebuah negara (Kenya) dimana bentuk Islam memang sedikit dan bisa dikatakan sebagai minoritas muslim, saya tetap mendapatkan seperti yang dikatakan pak Andi Faisal Bakti yakni jaminan hidup. Mulai dari bangun tidur, hingga aktivitas saya sebagai seorang muslim selama disana selalu merasakan indahnya toleransi dan menghargai akan budaya masing-masing. Dari sini dapat kita pahami, bahwasannya perbedaan budaya, kulit, ras, dan semua yang terkait dengan pola hidup orang banyak adalah sebagai bentuk perwujudan kekuasaan Allah sebagai pencipta alam semesta sehingga pada dasarnya, kita dikaruniai rahmat yang luar biasa kalau seandainya kita bisa memaknainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesi Tanya-Jawab&lt;br /&gt;Arfan Nusi dari IAIN Gorontalo: &lt;br /&gt;Saya pesimis Indonesia menjadi negara power, bagaimana pola komunikasi budaya yang tepat untuk memastikan paling tidak Indonesia mampu menjadi negara power?&lt;br /&gt;Ayu Sumartini dari IAIN Lampung: &lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim saya akan bertanya kepada dua narasumber didepan tentang ada negara Islam yang tidak ada ketenangan, misalnya banyak sekali konflik seperti di Palestina?&lt;br /&gt;Nurhayati dari UIN Jakarta: &lt;br /&gt;Amerika menginginkan Indonesia menjadi mediasi dari dunia Islam. Mengapa demikian? Dan mohon penjelasan akulturasi antara budaya dan agama, bagaimana menyikapinya? &lt;br /&gt;Saidee Chekoh dari Thailand:&lt;br /&gt;Saya berharap komunikasi antara Indonesia dan Thailand menjadi penjembatan konflik militer dan sipil yang ada di negara saya Thailand. Yang saya tanyakan, kebudayaan dan komunikasi seperti apa yang mampu menjadikan Islam tetap menjadi agama rahmatan lil alamin terkait dengan kemajuan Islam sendiri dan perdamaian dunia khususnya negara saya Thailand.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Joao Hasan dari Timor Leste:&lt;br /&gt;Saya masih teringat ketika detik-detik pemisahan antara Indonesia dan Timor Leste yang dulunya masih dalam kesatuan NKRI. Yang saya tanyakan adalah, apakah konsep pemisahan ini atas Islam, budaya atau politik yang terkait dengan kekuasaan? &lt;br /&gt;Andi Faisal Bakti: Indikator Islam asia tenggara menjadi sentral, adalah pertama, bahasa Melayu yang digunakan dan termasuk urutan keempat dari bahasa dunia. Bahasa adalah identitas sebagaimana dalam Q.S Al-Hujurat 13. Kedua, elemen-elemen agama. Ketiga, budaya yang heterogen. Tantangan Indonesia ke depan adalah persatuan. Kerajaan menjadi salah satu alasan. Masyarakat Amerika sangat santun dan manusia yang masuk ke Amerika akan dimanusiakan. Namun Foreign Policy Amerika yang bermasalah. Belajarlah dari sejarah. Sebetulnya dunia Melayu dikapling dengan dunia penjajahan. Konflik di Indonesia sangat rentan. Konfik Di aceh adalah karena menginginkan adanya penghargaan terhadap budaya, bukan karena faktor agama. Selain itu juga, pola komunikasi yang tepat untuk menyamakan visi Islam sebagai agama rahmatan lil alamin adalah toleransi antara umat beragama. Sebenarnya toleransi bukanlah an sich agama. Namun budaya dan pola hidup adalah penting untuk kita berbuat toleransi dengan siapapun. Ketika saya melanjutkan studi  di Amerika, saya merasa sendiri, dalam konteks agama misalnya,  kebetulan satu kamar saya adalah Protestan, sebagian lagi penganut agama Konghucu. Namun kami disana selama studi tidak pernah merasakan konflik, yang ada hanyalah perdamaian, saling tolong menolong dan toleransi antar sesama. Hal-hal demikian inilah yang terpenting untuk kita semua dan harus kita jalani, karena hanya dengan menghargai sesama antar umat beragama, konflik yang ada di Thailand, Palestina, Amerika dan negara-negara di Timur Tengah dapat diminimalisir dan kalau bisa hilang begitu saja dengan datangnya konsep komunikasi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junus SA : Mungkin Pak Andi lebih fasih kalau menjelaskan tentang seluk beluk dan kondisii Islam di ASEAN. Tetapi saya, mencoba memberikan diskripsi melalui perspektif kebudayaan. Di Ambon ada tradisi Pelar dan gandom, tradisi keakraban yang melepaskan semua hal yang melingkupinya, seperti agama dan etnis. Konfilk di Ambon adalah permasalahan mengenai penguatan Sumber Daya Alam (SDA). Konflik antara Israel dan Palestina bukan permasalahan agama antara Yahudi dan Kristen, karena di Palestina ada pemeluk agama selain agama Kristen dan Protestan yang masuk dalam kabinet. Yang menjadi masalah adalah tanah. Merawat kebudayaan tidak bisa oleh pemerintah. Keberlangsungan budaya terletak pada masyarakat dan kita sendiri yang memelihara kebudayaan kita masing-masing. Perbedaan-perbedaan yang ada adalah budaya, dan semua perbedaan itu adalah kebudayaan. Untuk menjadikan Indonesia pada khususnya dan Islam pada umumnya dalam menghadapi tantangan global adalah sosialisasi bagaimana peradaban negara ASEAN adalah bentuk kebudayaan yang toleran. Hal ini bisa kita sinkronkan dengan beberapa program pemerintah terkait dengan perdamaian dunia. Misalnya, di departemen saya memiliki ikon Visit Indonesia 2009. Program ini merupakan bentuk cinta kita kepada sesama agama dan memiliki sikap toleransi yang tinggi terhadap peradaban dunia. Selain itu dengan adanya program ini, manfaat secara lokal adalah Indonesia mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan demi utuhnya NKRI yang sudah saya paparkan tadi. Sebagai akademisi dan birokrat, saya berharap anda semua mampu memahami dan memiliki sikap toleransi antar budaya dan agama sehingga acara ini dapat merumuskan formula perdamaian yang ada di Asia Tenggara dan umumnya untuk perdamaian dunia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PERKENALAN (TA’ARUF) DAN KONVENSI MAHASISWA ISLAM ASIA TENGGARA&lt;br /&gt;Hari  : Rabu&lt;br /&gt;Tanggal : 25 Maret 2009 &lt;br /&gt;Tempat : Syahida Inn UIN Syarif Hidayatullah Jakarta&lt;br /&gt;Pukul  : 13.30-17.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; DESKRIPSI&lt;br /&gt;Dalam sesi ini, peserta melaksanakan kegiatan perkenalan dan brainstorming dengan tujuan menjalin erat tali silaturahim antara peserta dalam negeri dan luar negeri serta mencoba menggali dan mengkaji segala bentuk formula baru terkait dengan deradikalisasi Islam dan segala bentuk ekstrimisme yang ada di kampus / universitas masing-masing negara.&lt;br /&gt;Kegiatan perkenalan dan brainstorming ini dipimpin oleh panitia inti Konvensi Mahasiswa Islam Asia Tenggara dan Rakornas Formadina yakni:&lt;br /&gt;1. Saudara Jaja Zarkasyi&lt;br /&gt;2. Saudara Aminudin Syarif&lt;br /&gt;3. Saudara Irfan Hasanudin&lt;br /&gt;CONVENTION&lt;br /&gt;CONVENTION OF SOUTH-EAST ASIA ISLAMIC STUDENT&lt;br /&gt;And INDONESIAN THEOLOGICAL STUDENT FORUM (FORMADINA)&lt;br /&gt;“RETHINGKING OF SOUTH-EAST ASIA ISLAMIC TOWARD WORLD PEACE”&lt;br /&gt;Perkenalan / Ta’aruf&lt;br /&gt;Panitia: Feri Cokroaminoto (S2 Universitas Indonesia Jakarta). Ahmad Syamsudin, Jaja Zarkasyi (S2 PTIQ Jakarta). Irfan Hasanudin (S2 UIN Jakarta). Derfi Rosyadi, Aminudin Syarif, M. Abdul Idris Wahid, Andi Mulawarman Wibowo, Nawwalin Ni’mah, Bukhori, Muamar , Dedy Chandra, Yudha Bakti, Fajar, Sutan Utama, Jody Pamungkas, Adi Jhonatan, Fauzi Ibrahim (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Mubarok (PTIQ Jakarta) Uswatun Hasanah, Zulfa Fitria, Siti Rahayu (IIQ Jakarta).&lt;br /&gt;Peserta:&lt;br /&gt;THAILAND:&lt;br /&gt;→Hakeem Doha, Saidee Chekoh, Nureehah Wani, Soleehah Malasu, Suvaibah Sama, Khoirul Nur Syamsiyah Soleh, Mohammad Sobri Hayi Awae, Hassan Kaha. &lt;br /&gt;FILIPHINA:&lt;br /&gt;→Malek Laesan, Soohaimee Jehseng, Aesoh Lanja, Mahade Siya.&lt;br /&gt;MALAYSIA:&lt;br /&gt;→Salmi Yusoh, Mohammad Suhaib, Hazrin bin Hazrahan.&lt;br /&gt;AFRIKA SELATAN:&lt;br /&gt;→Washfie Saal, Shiraaj Buziek, Mogammat ali Rhoda, Enur Hayati, Subgeyah Hendricks.&lt;br /&gt;TIMOR LESTE:&lt;br /&gt;→Joao Hasan, Edy Mahmud, Muhammad Sidin, Tuty Alawiyah, Alwiah Binti Aly, Syarif Hidayatullah, Idris Benzoa, Mohammad Syahrir.&lt;br /&gt;NANGROE ACEH DARUSSALAM: IAIN AR-RANIRY&lt;br /&gt;→ Miswar, Rahman Akhyar Al-Achie, Taryono Hamid Az-Zhawi&lt;br /&gt;TULUNGANGUNG-JAWA TIMUR:  STAIN TULUNGAGUNG&lt;br /&gt;→ Ahmad Ngimron, Najjamudin Imam, Nabawi Andi Taufiq Hakim.&lt;br /&gt;CIREBON-JAWA BARAT: STAIN CIREBON&lt;br /&gt;→ Yusi Subhiyah, Moh. Uci Sanusi, M. Hasan Ma’arif, Ahmad Taufiq, Ibnu Farhan.&lt;br /&gt;DKI JAKARTA:  INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ)&lt;br /&gt;→ Ulya Izzati, Isnawati Intan, Marta Kumalasari.&lt;br /&gt;BENGKULU:  IAIN BENGKULU &lt;br /&gt;→ Badarudin Nurhab, Anton&lt;br /&gt;GORONTALO: IAIN SULTAN AMAL&lt;br /&gt;→ Herman A. Hasan, Risna Saripi, Arfan Nusi, Selfiati Paudi&lt;br /&gt;PEKANBARU-RIAU: UIN SULTHAN SYARIF QOSIM&lt;br /&gt;→ Eddy Willy, Abdul Malik Al-Munir, Eni Satriah, Eni Satriah, Masriadi.&lt;br /&gt;PALOPO-SULAWESI SELATAN: STAIN PALOPO&lt;br /&gt;→ Dody Ilham, Sabri JH&lt;br /&gt;SERANG-BANTEN: IAIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN&lt;br /&gt;→ Wahyudi, Ahmad Syaikhu, Asep Saefurrohman.&lt;br /&gt;KUDUS-JAWA TENGAH:  STAIN KUDUS &lt;br /&gt;→ Magfiroh, Irfan M. Hussein, Muhammad Kharis, Amanah Desinta, Ahmad Hanif.&lt;br /&gt;LAMPUNG: IAIN RADEN INTAN&lt;br /&gt;→ Ayu Sumartini, Malasari AM, Topandi, Mashuri, Pramudya Anathur.&lt;br /&gt;PONOROGO- JAWA TIMUR: STAIN PONOROGO&lt;br /&gt;→ M. Mufid Syahlani, Dawam Multazamy R, Akrimi Matswah, Erma Millati Faizah.&lt;br /&gt;KEDIRI-JAWA TIMUR: STAIN KEDIRI&lt;br /&gt;→M. Darwis Al-Qoisini, Abdul Mannan, Moh. Chablul Haq.&lt;br /&gt;SEMARANG JAWA TENGAH: IAIN WALISONGO &lt;br /&gt;→ Mohammad Nur Arifin, Kerwanto, Muhammad Ahnafudin, Umi Fatihatur Rohmah.&lt;br /&gt;MEDAN-SUMATERA UTARA: IAIN SUMUT &lt;br /&gt;→ Suwardiyamsyah, Imfi Safitri, Ulvia Nazmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADANG-SUMATERA BARAT: IAIN IMAM BONJOL&lt;br /&gt;→ Ari Prima, Meki Novendra, Dede Juhanis, Muhammad Ali Al-Ghany, Romica Pahlawan, Afrizen, Budi Hartono, Afdhal Dinilhaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOTULENSI&lt;br /&gt;Bahan diskusi :  - Deradikalisasi Islam di kampus dan Sosialisasinya.&lt;br /&gt;- Pemahaman tentang bentuk radikalisasi dan ekstrimisme&lt;br /&gt;- Pemetaan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin di negara masing-masing   peserta konvensi&lt;br /&gt;1. Prolog&lt;br /&gt;2. Sharing and Brainstorming&lt;br /&gt;3. Rekomendasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Prolog&lt;br /&gt;Adanya banyak aliran sempalan, radikalisme sering menjadikan alasan terjadinya anarkisme. Peristiwa 1 juni 2008 menjadikan moment yang sangat buruk sekali terkait dengan radikalisme. Bagaimana kita membentuk pola komunikasi yang baik antar sesama agar tidak adanya radikalisasi di negara kita masing-masing.&lt;br /&gt;2. Sharing&lt;br /&gt;Pemikiran-pemikiran kita memberikan kontribusi pada konsep dan tataran ini. Tentunya tidak akan adanya konsep ekstrimisme dan radikal terhadap perkembangan dunia Islam.&lt;br /&gt;NANGROE ACEH DARUSSALAM (perwakilan IAIN Ar-Raniry): &lt;br /&gt;IAIN ingin menjadi UIN.  Prospek mahasiswa terutama ushuluddin. Dengan berubahnya IAIN menjadi UIN sangat kelihatan sekali, misalnya bentuk perubahan yang hanya bukan sekedar gedungnya yang megah akan tetapi lebih kepada pemikiran yang luar biasa. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa pemikir dari UIN Jakarta, UIN Yoyakarta dan UIN-UIN lainya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Konsep deradikalisasi juga harus dengan sesegara mungkin kita sosialisasikan. Masalah tehnis sosialisasi kita atur pada wilayah masing-masing, yang terpenting FORMADINA memiliki standar pengaturan atas sosialisasi konsep tersebut.&lt;br /&gt;SUMATERA BARAT:&lt;br /&gt;Memetakan liberalisasi di ushuluddin, dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap almamater. Hal ini penting karena adanya sebuah mis komunikasi dan mis kepercayaan terhadap pelaksana dan pemerhati pendidikan. Sehingga kalau saja semua unit ini memiliki satu visi yang sama, maka tidak menutup kemungkinan kita semua akan merasakan perdamaian tentunya di bidang pendidikan tinggi (kampus masing-masing).&lt;br /&gt;RIAU: &lt;br /&gt;Banyak orang-orang yang berbicara tentang Islam dan ritualism adalah bukan orang yang kompeten dalam bidangnya. Yang perlu dikembangkan adalah Islamic traditional scientis. Karena ketika kita sudah berbicara pada tataran mistis, maka yang terjadi kebanyakan adalah kemusyrikan. Hal ini juga yang akan menggangu bentuk komunikasi bangsa Indonesia khususnya Islam dalam mensosialisasikan perdamaian dunia. Harapan kami adalah kita semua paling tidak memiliki visi yang sama yakni berfikir bagaimana Islam tetap menjadi pusat peradaban dan penguasaan dunia. Dan yang terakhir adalah tujuan adanya forum ini adalah mulia, karena ingin memajukan Islam seperti dulu, karena saat ini Islam menurut kami masih dalam keadaan terpuruk. Terkait dengan deradikalisasi Islam belum teridentifikasi adanya radikalisme di kampus kami, karena ini berkaitan dengan kurikulum dan pemahaman dosen dan mahasiswa.&lt;br /&gt;AFRIKA SELATAN:&lt;br /&gt;Di negara kami tidak mempunyai referensi yang banyak untuk memahami Islam secara utuh, dengan berbagai persoalan itulah saya datang untuk belajar kepada kawan-kawan dan saudara kami yang ada di Indonesia ini. Dalam referensi yang digunakan hanya menggunakan satu buku, kemudian berbicara tentang Islam. Terkait dengan konsep deradikalisasi dan konstalasi politik yang ada pada setiap negara, kami meyakini bahwasannya Afsel sebagai negara yang Islamnya masih minim mampu memberikan contoh kepada agama dan peradaban lainya baik secara lisan maupun tulisan.&lt;br /&gt;PALU-SULTENG: &lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang perlu diperkuat dalam merumuskan sebuah ide deradikalisasi dan menjauhkan konsep ekstrimisme serta radikal di kalangan kampus Islam dan Negara pada umumnya. Misalnya apakah perlu kita bentuk kurikulum tentang radikalisasi dll yang berkaitan dengan isu-isu perdamaian. Tetapi, pada hakikatnya kami sepakat kita semua yang duduk disini harus mensosialisasikan bahwa perdamaian dunia untuk mewujudkan nuansa Islam yang damai, sejahtera segera teraplikasikan. &lt;br /&gt;SEMARANG-JAWA TENGAH: &lt;br /&gt;Segala bentuk komunikasi yang dilakukan oleh umat muslim, kami yakin adalah yang terbaik. Begitu juga dengan adanya forum ini. Dengan adanya satu wadah seperti ini, kita berharap menemukan hal-hal baru dalam ranah pemikiran Islam yang aktual. Sehingga konsep-konsep mulai dari liberalisasi, deradikalisasi dll dapat betul-betul terwujud setelah kita keluar dari forum ini.&lt;br /&gt;TIMOR LESTE: &lt;br /&gt;Islam di Timur Leste adalah agama minoritas, sehingga sulit sekali kami mencoba membuat satu gebrakan terkait dengan perdamaian dunia. Tetapi dengan adanya perkumpulan ini, kita semua berharap dan khususnya kami dari negara Timor Leste dapat memastikan bahwasannya Islam tetap menjadi yang terdepan dalam segala hal. &lt;br /&gt;MEDAN-SUMATERA UTARA:&lt;br /&gt;Dalam kajian-kajian Islam kita sudah sering menemukan pemetaan konsep semacam ini. Namun sulit sekali menerapkan dan mengetahui dampak serta manfaatnya oleh karena kita semua tidak memiliki satu referensi yang memang bisa di unggulkan. Tetapi, kami dari IAIN Medan sepakat akan adanya sosialisasi konsep deradikalisasi Islam di kampus-kampus serta pencegahan sikap radikal dan ekstrimisme, guna mengedepankan sikap toleran dan menghargai antar sesama muslim. &lt;br /&gt;KUDUS-JAWA TENGAH: &lt;br /&gt;Mengkritisi pemikiran-pemikiran ulama salaf dan khalaf sangat di perlukan oleh karena kita semua secara alami dan bahkan tidak sadar sudah menggunakan ilmu-ilmu ulama salaf dan khalaf. Dengan demikian alangkah baiknya kita semua dalam sosialisasi nantinya, terkait dengan konsep deradikalisasi dan ekstrimisme bisa teraplikasikan sesuai akhlaq dan tingkah laku ulama’. Kami sebagai mahasiswa yang masih punya idealis sepakat akan mensosialisasikan beberapa rekomendasi nantinya dari hasil pertemuan ini.&lt;br /&gt;MALAYSIA :&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang berkaitan dengan kekerasan, ketidaknyamanan dan bahkan kurangnya jaminan hidup khalayak umum perlu di sterilkan. Artinya adalah, kita semua berhak menentukan nasib dan kehidupan bangsanya masing-masing. Pemerintah tanpa rakyatnya yang mengerti akan sebuah kondisi riil, tidak akan pernah terjadi apa yang kemudian disebut sebagai perdamaian dunia. Untuk itulah, kami dari Malaysia sangat mendukung adanya forum dan bentuk pertemuan seperti ini. Pada dasarnya, kita semua yang hadir disini akan mensosialisasikan segala bentuk rekomendasi, acuan atau bentuk apapun yang sifatnya pemikiran konstruktif untuk memajukan peradaban Islam secara global.&lt;br /&gt;FILIPHINA :&lt;br /&gt;Negara kami adalah Negara yang sangat multikultural kalau berbicara agama. Walaupun Islam tidak dominan di Filiphina, namun keberadaan Islam disana sangat diperhitungkan baik secara politik, budaya maupun pola komunikasi antar sesama. Hal ini terbukti, salah satu cabinet pemerintahan sekarang, salah satu pejabatnya (menteri) adalah orang Islam. Toleransi sangat dibuka selebar-lebarnya di negara kami. Satu keistimewaan yang luar biasa bias hadir dalam forum yang sangat mulia ini, karena kami yakin forum ini akan melahirkan pola pikir yang terbuka dan saling menghargai antar umat beragama. &lt;br /&gt;THAILAND:&lt;br /&gt;Dalam beberapa dekade ini, Thailand yang merasa tidak pernah mendapat jajahan dari negara manapun, ternyata sangat menentukan pola komunikasi bangsa yang luar biasa. Tetapi pda faktanya, negara kami justru merasakan adanya sebuah terror dari dalam, artinya ada beberapa oknum yang sengaja ingin membuat kekacauan di Negara kami, Thailand. Ketika berbicara ekstrimisme dan radikalisasi, maka saya teringat akan sebuah peristiwa turunya kekuasaan PM Thaksin Shinawatra yang pada saat itu, muncul kekerasan dan kekacauan di seantero negeri Thailand. Hal semacam harusnya tidak akan pernah terjadi manakala setiap orang di Thailand menyadari pentingnya saling menghormati dan toleransi baik secara agama, budaya dan pelaksanaan norma-norma kehidupan secara normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rekomendasi: &lt;br /&gt;• Dialog internal umat beragama&lt;br /&gt;• Memberikan pengarahan tentang radikalisme dan liberalisme yang benar.&lt;br /&gt;• Sosialisasi konsep Deradikalisasi di setiap kampus masing-masing wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; WISATA BUDAYA KE MONAS DAN TMII  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari  : Kamis&lt;br /&gt;Tanggal : 26 Maret 2009 &lt;br /&gt;Tempat : Monumen Nasional (MONAS) &amp; Taman Mini Indonesia Indah (TMII)&lt;br /&gt;Pukul  : 08.00-17.30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; DESKRIPSI&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan kegiatan ini, panitia Konvensi Mahasiswa Islam Asia Tenggara dan Rakornas Formadina  dibantu secara teknis (dalam hal pemanduan peserta) oleh agen travelling dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Tujuan wisata budaya ini adalah:&lt;br /&gt;• Memperkuat tradisi silaturahim antar umat beragama, khususnya dalam sisi budaya.&lt;br /&gt;• Tranformasi pemikiran terhadap perkembangan Indonesia secara global.&lt;br /&gt;• Hiburan yang bersifat edukatif dan menunjukkan peradaban Indonesia yang memiliki kultur majemuk.&lt;br /&gt;Adapun aktifitas yang dilaksanakan dalam kegiatan wisata budaya ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Ke MONAS (mengelilingi area museum dan menyaksikan dokumentasi sejarah republik Indonesia)&lt;br /&gt;2. Ke TMII (Nonton film Kebudayaan di Theater Imax Keong Mas dengan judul film: Indonesia Manikam Nusantara, makan siang di Desa Wisata TMII, menikmati indahnya TMII dengan Sky Lift / kereta gantung, mengunjungi salah satu anjungan di sumatera dan terakhir mengunjungi Museum Bayt Al-Qur’an)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; RAMAH TAMAH DAN HEARING / SHARING IDEA DENGAN PEMDA DKI JAKARTA, DEPDIKNAS RI, DAN DEPSOS RI&lt;br /&gt;Hari  : Kamis&lt;br /&gt;Tanggal : 26 Maret 2009 &lt;br /&gt;Tempat : Aula Pertemuan Wisma Graha Wisata Ragunan Jakarta&lt;br /&gt;Pukul  : 19.00-21.30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; DESKRIPSI&lt;br /&gt;Dalam sesi kegiatan ini peserta melaksanakan hearing / sharing Idea sekaligus mendapat arahan dari para tokoh, terkait dengan kemajuan negara-negara ASEAN dan beberapa perkembangan kebudayaan di Indonesia pada khususnya dan ASEAN pada umumnya. Adapun tokoh-tokoh yang mengisi kegiatan tersebut adalah:&lt;br /&gt;1. Prof. Dr. Goenawan Sumodiningrat, P.hd (Staff Ahli Menteri Sosial Republik Indonesia)&lt;br /&gt;2. Dr. Mukhlas Yamani, MA (Direktur Ketenagaan Depdiknas Republik Indonesia)&lt;br /&gt;3. Drs. Sukamta, MA (Kepala Biro Pendidikan dan Pembinaan Mental Provinsi DKI Jakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speaker: Drs. Sukamta, MA &lt;br /&gt;(Kepala Biro Pendidikan dan Pembinaan Mental Provinsi DKI Jakarta)&lt;br /&gt;Ada 4 hal yang tidak bisa menjadi otonomi daerah, pertama adalah tempat-tempat yang menjadi kepemilikan untuk keseluruhan daerah. Kedua pertahanan, ketiga yustisi, dan keempat viskal yang berhubungan dengan kebijakan luar negeri. Keberagamaan di wilayah DKI memiliki konsep keberagaman. Ada beberapa hal yang menjadi kebijakan dalam pengelolaan ritual keagamaan: Pengelolaan haji, pengelolaan zakat. Menangani dan mengawasi infrastruktur. LPTQ, LDII, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speaker: Dr. Mukhlas Yamani, MA &lt;br /&gt;(Direktur Ketenagaan Depdiknas Republik Indonesia)&lt;br /&gt;Kalau kita sedang dinegara-negara Barat, masyarakat Barat memberikan antusiasme dan berharap banyak kepada Muslim Asia Tenggara. Percaturan dunia dipengaruhi oleh perkembangan tehnologi, ilmu komunikasi. Perkembangan pemikiran dipengaruhi perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speaker: Prof. Dr. Goenawan Sumodiningrat, P.hd &lt;br /&gt;(Staff Ahli Menteri Sosial Republik Indonesia)&lt;br /&gt;Re-infinting, dikelola kembali.&lt;br /&gt;Realitas, membangun realiatas masyarakat dengan pendampingan, pengawasan, dan kasih sayang.&lt;br /&gt;Rahmatan li ‘alamin: sejahtera dunia dan akhirat. &lt;br /&gt;Menjaga untuk tidak menyakiti orang lain, dengan musyawarah dan mufakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESAN DAN PESAN&lt;br /&gt;THAILAND: &lt;br /&gt;Senang dengan perkumpulan ini walaupun tidak mengetahui secara menyeluruh secara detail tentang tema yang diangkat.&lt;br /&gt;TIMUR LESTE: &lt;br /&gt;Ushuluuddin menjadi tempat perkembangan tentang Islam rahmatan lil ‘alamin, bukan hanya di lingkungan regional namum lebih pada Islam universal dalam dunia Islam&lt;br /&gt;Founding Father FORMADINA: &lt;br /&gt;Forum ini bukan hanya untuk kawan-kawan yang telah hadir di sini, kawan-kawan bisa sharing dan diskusi mengenai perkembangan-perkembangan Islam di dunia. Kehadiran kawan-kawan “tua” bukan untuk mengintervensi forum namun memberikan pengalaman-pengalaman yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;Acara-acara yang kita ikuti dari awal, setidaknya bisa dijadikan moment interaksi dan pengalaman antar generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; RAPAT KOORDINASI NASIONAL (RAKORNAS) FORMADINA&lt;br /&gt;Hari  : Kamis&lt;br /&gt;Tanggal : 26 Maret 2009 &lt;br /&gt;Tempat : Aula Pertemuan Wisma Graha Wisata Ragunan Jakarta&lt;br /&gt;Pukul  : 22.00-24.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; DESKRIPSI&lt;br /&gt;Dalam Pelaksanaan Rakornas Formadina ini, peserta menghasilkan beberapa pointer antara lain:&lt;br /&gt;1. Mensosialisasikan kebijakan luar negeri Indonesia kepada seluruh civitas akademik di seluruh UIN/IAIN/STAIN yang ada di berbagai pulau nusantara.&lt;br /&gt;2. Mensosialisasikan kepada seluruh civitas akademik di seluruh UIN/IAIN/STAIN yang ada di berbagai pulau nusantara, bahwasannya tidak ada pola komunikasi yang ekstrim dalam memutuskan berbagai hal / problem keagamaan di Indonesia dan negara ASEAN. Hal ini terkait dalam rangka mensosialisasikan konsep deradikalisasi Islam.&lt;br /&gt;3. Merumuskan tehnis Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Formadina dan menyetujui tempat rakernas, berada di daerah Palopo-Sulawesi (IAIN Palopo siap menjadi tuan rumah Rakernas Formadina)&lt;br /&gt;4. Merumuskan tehnis dan menyetujui tempat Konggres Formadina, berada di daerah Nangroe Aceh Darussalam (IAIN Ar-Raniry siap menjadi tuan rumah Konggres Formadina)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOTULENSI&lt;br /&gt;Forum Mahasiswa Ushuluddin Se-Indonesia disingkat FORMADINA, merupakan semangat baru di tengah-tengah kebuntuan, tentang keinginan besar atas semakin mandeknya “perhatian” terhadap isu-isu ke-Ushuluddin-an. Sejak dideklarasikan pada tahun 2005 di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Formadina sudah melangsungkan Kongres I pada tahun 2006 di Lampung, dan dilanjutkan dengan Kongres II pada November 2007 di Palu, Sulawesi Tengah. Harus diakui bahwa, organisasi ini masih membutuhkan perhatian lebih dari segenap punggawanya, utamanya kita semua yang diberikan amanah, untuk mengemban jabatan di masing-masing level kepengurusan. Pimpinan Pusat Formadina Periode 2007-2009, yang saat ini kami emban, memang mengakui bahwa disana-sini masih lemah dalam mengemban amanah tersebut. Tapi kekurangan yang ada, tentunya tidak membuat patah semangat untuk terus berpikir dan bertindak, dalam rangka memperkuat pondasi awal, di umur Formadina yang masih begitu muda. Tidak tersentralnya domisili Pengurus Pimpinan Pusat di ibukota negara Republik Indonesia, berimplikasi logis pada tidak kuatnya koordinasi antar sesama pengurus, walaupun di tengah zaman berteknologi tinggi seperti sekarang ini, hal itu masih bisa ditoleransi. Namun, biar bagaimanapun koordinasi face to face yang dimaksud, akan semakin memperkuat jalinan keberpengurusan kita. Bergantinya periodik kepengurusan di masing-masing daerah, yang tidak dibarengi dengan continuitas dari pengurus sebelumnya, juga masih menjadi kendala tersendiri. Masih lemahnya koordinasi antar Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah, adalah kendala teknis, yang juga perlu mendapatkan perhatian khusus. Hasil rekomendasi Kongres II Formadina di Palu, antara lain adalah Pimpinan Pusat melaksanakan Rapat Kerja Nasional, 6 bulan setelah pelaksanaan Kongres. Kondisi tekstual tersebut, ternyata tidak seiring dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Program yang dimaksudkan dalam bentuk aktivitas pertemuan tidak melulu dimaknai secara tekstual, karena kondisi yang ada membutuhkan pertimbangan matang. Dari berbagai persoalan dan kendala di atas, tentunya masih banyak yang belum teruraikan. Hal-hal tersebut tentunya tidak saja membutuhkan semangat, tetapi membutuhkan “orang-orang yang optimis” dalam berpikir dan bertindak, tidak saja “berteriak” dari menara gading untuk menyampaikan kebenaran. Saya yakin kita semua tidak ingin membawa biduk organisasi ini ke jurang kehancuran, karena harga diri sebagai manusia adalah taruhanya, jika tidak “fakabbir arbaatan lii wafatihi”. mengambil apa yang dikatakan Arsitoteles, “Saya Berpikir Maka Saya Ada”. Kedepan, kami berpikir bahwa penataan kelembagaan Formadina harus terus berjalan dengan seksama, seiring dengan kemajuan dan tuntutan zaman.  Daripada berdebat dan saling salah menyalahkan, alangkah baiknya energi yang kita miliki, digiring pada usaha untuk memajukan organisasi kita tercinta ini. Pimpinan Pusat, sebagai leading sektor mengakui masih banyaknya kelemahan disana-sini, yang perlu dibenahi. Hal ini, membutuhkan juga dukungan dan sinergi kerjasama antara berbagai elemen, yang ada di dalam wadah Formadina.&lt;br /&gt;A. POTRET BANGSA&lt;br /&gt;Pemilihan Umum secara langsung, sudah digelar. Hanya dengan hitungan hari, rakyat Indonesia dihadapkan pada pertaruhan arah bangsa, entah semakin baik ataukah semakin terpuruk. Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta seluruh jajaran kabinetnya, haruslah diberikan apresiasi, atas kinerja yang cukup baik yang dilakukan dalam 5 tahun belakangan ini. Ada kemajuan yang cukup signifikan, dalam bidang pemberantasan korupsi, jika kita mencoba arif melihat dibandingkan dengan masa sebelumnya. Pemerintahan dibawah SBY, terkesan memiliki komitmen yang kuat, untuk membawa negeri ini memiliki “Clean Goverment and Clean Birocration”. Olehnya, kita melihat, banyak kasus-kasus korupsi yang terungkap, dengan begitu “sensasional”. Semakin berperanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibawah kepemimpinan Antasari Azhar, semakin memunculkan optimisme, bahwa jika terus dilanjutkan, maka tidak menutup kemungkinan, target tersebut bisa tercapai. Ditetapkanya alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen, dari anggaran nasional juga tentunya merupakan prestasi yang cukup baik, setidaknya jika melihat dari Political Will, yang dilakukan oleh pemerintah. Dengan naiknya anggaran pendidikan, maka secara otomatis diharapkan, naik pula target pemenuhan infrastruktur pendidikan, mulai dari kesejahteraan tenaga pendidik, khusunya guru dan dosen, semakin baiknya sarana penunjang pendidikan, utamanya di daerah-daerah yang masih kurang dijangkau oleh perhatian pemerintah. Tidak dengan menggunakan istilah daerah tertinggal, yang terkesan adanya blok pembeda yang tidak adil, dalam perspektif nasionalisme. Kebebasan berskpresi, dalam koridor hukum yang dibuka seluas-luasnya saat ini. Membuat kita sebagai mahasiswa, dengan leluasa dapat “berteriak” dan menyerukan ketidakadilan yang selalu dirasakan rakyat bangsa. Dengan memilih turun ke jalan, dan “meninggalkan” sejenak rutinitas perkuliahan, adalah pilihan menjadi mahasiswa. Karena menjadi mahasiswa, adalah menjadi pejuang, yang selalu harus bersama rakyat, memperjuangkan hak mereka. &lt;br /&gt;B. KONDISI OBJEKTIF FORMADINA&lt;br /&gt;Pimpinan Pusat Formadina Periode 2007-2009, diakui masih banyak kekurangan. Berbagai kendala yang dihadapi, juga menjadi salah satu persoalan tersendiri. Kondisi geografis, tidak adanya Pengurus Pimpinan Pusat yang berdomisili di pusat pemerintahan kecuali Ketua Umum, timbulnya berbagai riak dari daerah yang menginginkan “perbaikan”, belum berjalannya secara maksimal seluruh jajaran kepengurusan, adalah segelintir persoalan yang harus membutuhkan penyelesaian secara baik dan terstruktur. Beberapa waktu berjalan roda organisasi ini, Pimpinan Pusat Formadina mengambil beberapa kesimpulan, bahwa sudah saatnya organisasi ini tidak hanya terfokus di areal kampus semata, padahal kecepatan perkembangan dinamika di luar areal kampus begitu cepat. Harus disadari bahwa, menemukan benang merah antara kondisi kekinian di dalam kampus, sebagai basis massa organisasi, dengan kondisi objektif di luar kampus haruslah berjalan beriringan. Dalam menjalankan roda kepemimpinan organisasi selama ini, Pimpinan Pusat Formadina memberikan apresiasi kepada khususnya keluarga besar Formadina UIN Ciputat Jakarta, teman-teman Pengurus Pimpinan Pusat lainya, yang masih semangat untuk berjuang bersama-sama, di tengah badai besar yang harus kita hadapi. Begitu banyak masukan dan saran serta rekomendasi yang diberikan oleh teman-teman peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Formadina. Masukan tersebut menjadi masukan penting bagi Pengurus Pimpinan Pusat, utamanya soal pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Kongres III Formadina, yang akan dilaksanakan pada tahun 2009. Laporan ini, masih jauh dari kesempurnaan, olehnya masukan dan saran yang membangun masih sangat dibutuhkan, bagi perbaikan organisasi kita tercinta.&lt;br /&gt;REKOMENDASI RAKORNAS FORMADINA&lt;br /&gt;1. Sosialisasi FORMADINA ke seluruh kampus di Indonesia dan AsiaTenggara.&lt;br /&gt;2. Menertibkan dan menyusun ulang AD/ART FORMADINA&lt;br /&gt;3. Membuat website formadina, yang menjadi koordinator adalah DPP FORMADINA.&lt;br /&gt;4. Mengadakan kegiatan menggali bakat-bakat ilmu ke-ushuluddin-an (kitab kuning dll)&lt;br /&gt;5. Menampilkan program unggulan FORMADINA kemudian di sosialisasikan.&lt;br /&gt;6. Perbaikan sistem kaderisasi&lt;br /&gt;7. Koordinasi antar region harus berjalan normal.&lt;br /&gt;8. Membuka email masing-masing di setiap region.&lt;br /&gt;9. STAIN Palopo menjadi tuan rumah Rakernas FORMADINA&lt;br /&gt;10. Rakernas harus dilaksanakan 2 bulan setelah rekomendasi ini dibuat.&lt;br /&gt;11. IAIN Ar-Raniry Banda Aceh menjadi tuan rumah Konggres FORMADINA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; INTERFAITH DIALOG DAN PENUTUPAN&lt;br /&gt;Hari  : Jum’at&lt;br /&gt;Tanggal : 27 Maret 2009 &lt;br /&gt;Tempat : Aula Pertemuan Wisma Graha Wisata Ragunan Jakarta&lt;br /&gt;Pukul  : 09.30-11.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; DESKRIPSI&lt;br /&gt;Acara ini adalah sebagai penghujung kegiatan Konvensi Mahasiswa Islam Asia Tenggara dan Rakornas Formadina. Dalam sesi acara ini, peserta melaksanakan kegiatan dialog dengan salah satu pihak birokrasi yang membidani kajian luar negeri. Hasil dari dialog ini adalah, peserta dapat mengerti tentang beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terkait hubungan bilateral dengan beberapa negara di dunia khususnya negara ASEAN. Disamping itu, peserta mendapatkan pengarahan tentang bagaimana mendiskripsikan pola komunikasi luar negeri Republik Indonesia dengan negara-negara lain di dunia . Adapun yang mengisi kegiatan ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Prof. Dr. Andri Haty, SH, MH, LML, P.hd &lt;br /&gt;(Dirjen Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Republik Indonesia)&lt;br /&gt;Beliau juga menutup secara resmi Konvensi Mahasiswa Islam Asia Tenggara dan Rapat Koordinasi Nasional Forum Mahasiswa Ushuludin Se-Indonesia (Rakornas Formadina).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speaker : Prof. Dr. Andri Haty, SH, MH, LML, P.hd &lt;br /&gt;(Dirjen Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Republik Indonesia)&lt;br /&gt;Dalam konteks bahwa sejarah Islam 20 tahun yang lalu, Islam Indonesia memberikan konsep rahmatan lil ‘alamin. Bahwa ketika orang berbicara tentang Islam maka akan melihat Islam di Asia Tenggara, karena jumlah pemeluk dan pemikiran serta kajian keislaman telah berkembang. &lt;br /&gt;Kita juga harus membalikkan pemikiran bahwa Islam tidak care terhadap demokrasi.&lt;br /&gt;Hillary Clinton adalah orang yang jender oriented, she vsisited our official and saw in our ministry have three women’s dirjen. Deplu have 10 dirjen with compotition 30 % women and 70 % men. Dari sini dapat kita pahami bahwasannya, komunikasi yang baik adalah membentuk image negara kita menjadi yang terbaik. Manakala hal demikian sudah terlaksana, yang terjadi adalah bentuk persaingan sehat secara jujur, bersih tanpa konflik baik dari luar maupun dari dalam negeri..&lt;br /&gt;Kenapa saya mengatakan image harus dibangun? Kerena, pada satu titik inilah kita semua akan memahami kontektual komunikasi yang terbangun antara negara satu dengan yang lainnya. Sebagai seorang Muslim, saya akan mengatakan bahwasannya menghormati sesama adalah perintah Sang Pencipta alam yakni Allah Swt. Karena sebagai seorang yang tadinya tidak mengetahui seluk beluk kehidupan nyata secara tidak langsung, kita dituntun oleh Allah ke dalam jalan yang benar. Itupun seandainya manusia tersebut mampu memaknai akan sebuah hakikat hidup. Begitu juga pola komunikasi yang akan dibangun oleh seseorang, harus juga mengetahui secara definitive dan hakikat komunikasi yang baik secara adat, agama, pemikiran dll. Sehingga nantinya sinergisitas antara satu dengan yang lainnya dapat seirama.&lt;br /&gt;Pesan saya adalah: sebagai seorang pemuda harus kreatif, inovatif dan menjaga sopan santun serta melaksanakan norma-norma kehidupan secara normal. Dengan sendirinya akan terlihat sebagai sosok pemuda yang sukses.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313687471363164554-5435000759571305964?l=ilmuushuluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/feeds/5435000759571305964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/2009/06/laporan-hasil-kegiatan-konvensi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313687471363164554/posts/default/5435000759571305964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313687471363164554/posts/default/5435000759571305964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/2009/06/laporan-hasil-kegiatan-konvensi.html' title='LAPORAN HASIL KEGIATAN KONVENSI MAHASISWA ISLAM ASIA TENGGARA &amp; RAPAT KORDINASI NASIONAL FORUM MAHASISWA USHULUDDIN SE-INDONESIA JAKARTA, 24-27 MARET'/><author><name>Rahman Akhyar Al Achie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15876093869757793429</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_fCUz032Oicc/SjJY1zbQwPI/AAAAAAAAAAM/9GvTUOBpsjk/S220/akhyar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313687471363164554.post-6942486948157949301</id><published>2009-06-14T05:42:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T05:46:04.129-07:00</updated><title type='text'>ISIM NAKIRAH</title><content type='html'>Oleh : Rahman Akhyar&lt;br /&gt;Isim nakirah ialah setiap isim yang jenisnya bersifat umum yang tidak nenentukan suatu perkara dan lainnya. Singkatnya ialah setiap Isim yang layak dimasuki alif dan lam contohnya lafaz              dan                   ( asal katanya yaitu              dan           )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isim yang menunjukkan kepada suatu perkara yang tidak ditentukan &lt;br /&gt;Misalnya lafazh               artinya laki–laki yang tidak ditentukan (bersifat umum ), yakni dapat ditujukan kepada setiap laki-laki. Atau misalnya lafazh              artinya kitab yang tidak ditentukan, yakni dapat ditujukan kepada setiap kertas yang ditujukan kepada setiap kertas yang bertuliskan suatu ilmu.&lt;br /&gt; Tetapi kalau diberi alif dan lam, maka pengertiannya di tujukan  kepada seorang laki-laki tertentu yang tidak bersifat umum seperti isim Nakirah tadi. Demikian pula dengan contoh lainnya. &lt;br /&gt; Penggunaan Isim nakirah ini mempunyai berberapa fungsi diantaranya :&lt;br /&gt;1. untuk menunjukkan satu, seperti pada surat yasin ayat 20 :&lt;br /&gt;Artinya : ”Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas...&lt;br /&gt;Yang maksudnya seorang laki-laki.  &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. menunjukkan jenis, seperti pada surat Al-Baqarah 96 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar dia menerangkan kepada kami apa warnanya". Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya."&lt;br /&gt; Yaitu sesuatu macam dari  kehidupan dengan bekerja keras menuntut yaitu mencari tambahan untuk masa depan, sebab keinginan itu bukan untuk masa lalu atau masa sekarang.&lt;br /&gt;3. untuk menunjukkan kedua – duanya ( satu dan jenis ) sekaligus, misalnya surat An-nur ayat 45 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;Maksudnya, setiap jenis binatang itu berasal dari satu jenis air dan setiap individu (satu) binatang itu bersal dari satu Nutfah (air mani).&lt;br /&gt;4. untuk membesarkan dan memuliakan seperti surat Al-Baqarah Ayt 279&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.&lt;br /&gt;5. untuk menyatakan arti banyak dan melimpah, seperti pada surat As-Syu’ara ; ayat 41&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, merekapun bertanya kepada Fir'aun: "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang.&lt;br /&gt;Kata “ajran”  pada ayat ini menunjukkan sesuatu yang melimpah yaitu “upah” . atau untuk menunjukkan yang banyak seperti pada surat Fatir Ayat 4 &lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Dan jika mereka mendustakan kamu (sesudah kamu beri peringatan) maka sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu. Dan hanya kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.&lt;br /&gt;Yaitu menunjukkan bahwa Allah menunjukkan atau mengutus Rasul-Rasul yang mulia  dan banyak jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. untuk meremehkan dan merendahkan, misalnya pada Surat Abasa Ayat 18 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Dari apakah Allah menciptakannya?&lt;br /&gt;Yakni Allah bertanya dan sambil merendahkan makhluknya dari apa sebenarnya penciptaan kita, pada dasarnya Allah telah mengetahui kita diciptakan dari mani atau sesuatu yang hina hanya untuk mengingatkan asal kejadian kita.&lt;br /&gt;7.untuk menyatakan sedikit, kecil seperti pada surat At-Taubah ayat 72&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.&lt;br /&gt;Yang maksud dari ayat ini Allah menegaskan bahwa sedikit dan kecil karena keridhaan Allah yang sedikit lebih besar dari pada surga, karena keridhaan adalah pangkal dari segala kebahagiaan. &lt;br /&gt; Maka jelaslah bahwa Isim Nakirah pada ilmu tafsir tersebut adalah untuk memahami ayat yang berbentuk umum dan tidak di khususkan oleh Allah SWT, sebab pernyataan tersebut merupakan ungkapan yang memang tertuju pada semua makhluk yang ada di muka bumi/ seluruh ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;Pada ayat yang lain yang memang menjadi tugas pemakalah yaitu pada surat &lt;br /&gt;a. Ali Imran 145&lt;br /&gt;b. Ahzab 4 &amp; 26&lt;br /&gt;A. Ali Imran Ayat 145&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.&lt;br /&gt;Ayat ini menunjukkan betapa kehidupan Akhirat lebih baik dan sempurna dibandingkan dengan kehidupan di dunia. Dan juga Allah sertakan dalam ayat ini bahwa Allah membesarkan dirinya dan betapa Allah itu sangat mulia.&lt;br /&gt;Tiada seorangpun yang meninggal tampa izin Allah dan kehendaknya. Allah telah menetapkan kematian seseorang itu pada ajal (waktu) yang telah ditentukan, tidak bisa di undurkan dan dimajukan walau sesaat.  &lt;br /&gt;B. Ahzab Ayat 36&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.&lt;br /&gt;Quraish Shihab dalam tafsirnya bahwa ayat ini mengandung maksud umum dan tidak dibatasi pada satu permasalahan, apapun yang telah di tetapkan oleh Allah dan Rasulnya tidak boleh di langgar dan ditolak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahzab 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar.  itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu dimulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).&lt;br /&gt;  (rajul) pada Firman Allah ini, kata tersebut berbentuk nakirah yang di tampilkan dalam bentuk negasi. Ini menunjukkan tidak seorangpun yang memiliki dua hati, ayat ini hanya sebagai muqaddimah bahwa anak angkat seorang tidak persis sama dengan anak kandungnya. Sehingga memiliki hak yang sama. Tidak juga istri yang dipersamakan ibu kandung  dengan ibu dalam keharaman (menggaulinya) dan kedua hal ini hanya berlaku pada masa jahiliyah dan awal kedatangan Islam kemudian dibatalkan dengan surah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt; Nakirah dalam pembahasan Ilmu Studi Al-Qur’an yang dimaksud di atas adalah suatu yang sangat umum dan sedikitpun tidak ada pengkhususan di dalamnya. Jika satu kata yang tidak ada penjelasan khusus maka dianya adalah Isim Nakirah dan jika satu kata telah diletakkan di awal kata tersebut huruf Alif maka kata tersebut telah khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Al Qur’an Terjemahan&lt;br /&gt;http;www.kampussyariah.com, Pustaka Islam, Nahwu Isim Nakirah. Html&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad b. Shalih al-Utsaini, Lautan Hikmah Tafsir Surat yasin. Penerjemah, Abdul Gaffar, EM, Cet I, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, 2005&lt;br /&gt;Al-Qattan, Syeikh Manna’ Khalil, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an, penerjemah H. Aunur Rafiq El-Mazni, LC, MA. Cet I, Pustaka Kautsar, Jakarta 2006&lt;br /&gt;M. Hasbib As-Siddiqi, Tafsir Qur’an Majid An-Nur, cet II, Pustaka Rizki, semarang, 2000&lt;br /&gt;Shihab M. Quraish,  Tafir Al-Misbah, Cet VII, Lentera Hati, Ciputat, 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313687471363164554-6942486948157949301?l=ilmuushuluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/feeds/6942486948157949301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/2009/06/isim-nakirah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313687471363164554/posts/default/6942486948157949301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313687471363164554/posts/default/6942486948157949301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/2009/06/isim-nakirah.html' title='ISIM NAKIRAH'/><author><name>Rahman Akhyar Al Achie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15876093869757793429</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_fCUz032Oicc/SjJY1zbQwPI/AAAAAAAAAAM/9GvTUOBpsjk/S220/akhyar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313687471363164554.post-2618621970321101068</id><published>2009-06-12T20:35:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T20:52:23.045-07:00</updated><title type='text'>Teungku Haji Muhammad Hasan Krueng Kalee: Dari Tarekat Al-Haddadiyah hingga Fatwa syahid Membela Kemerdekaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fCUz032Oicc/SjMiTPxMJuI/AAAAAAAAAAw/3TQ_1yERjLY/s1600-h/Pas+Photo.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 283px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fCUz032Oicc/SjMiTPxMJuI/AAAAAAAAAAw/3TQ_1yERjLY/s320/Pas+Photo.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346654896664618722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Syah Reza Al Ayyubi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terdengar bahwa tasawuf dan politik adalah dua dunia yang berseberangan. Asumsi ini semakin diperkuat dengan banyaknya pengikut tasawuf / tarekat yang kadang lebih memilih hidup uzlah (mengasingkan diri) dari problem-problem social disekelilingnya.&lt;br /&gt; Pada dasarnya, kenyataan ini tidak berangkat dari pemahaman tasawuf yang benar menurut Islam. Rasulullah saw sebagai panutan utama dalam beragama ternyata juga seorang seorang negarawan. Rasulullah tidak hanya mengurus agama, tapi juga mengatur Negara. &lt;br /&gt;Tengku Haji Muhammad Hasan Krueng Kalee agaknya adalah seorang tokoh ulama yang mampu mensuri-tauladani sirah Rasul tersebut dengan baik. Selain dikenal sebagai ulama sufi perkembangan Tarekat al-Haddadiyah di Aceh, ia juga diakui berperan aktif dalam sejumlah peristiwa politik ulama ini di Aceh sepanjang hidupnya. &lt;br /&gt;Tulisan singkat berikut ini akan mengulas karyanya dalam bidang tasawwuf sekaligus kiprah di dunia politik.&lt;br /&gt;Biografi Singkat&lt;br /&gt; Ulam yang kerap dipanggil dengan sebutan Abu Krueng Kalee ini, lahir pada tanggal 13 Rajjab 1303 H, bertepatan dengan 18 April 1886 H. di desa Meunasah Letembu, Langgoe&lt; Kabupaten Pidie. Ketika itu ayahnya yang bernama Tgk. Muhammad Hanafiyah yang merupakan pimpinan dayah Krueng Kalee sedang dalam pengungsian di daerah tersebut akibat perang dengan Belanda yang berkecamuk di kawaasan Aceh Besar. &lt;br /&gt; Setelah situasi perang relatif mereda, Muhammad Hasan kecil dibawa kembali oleh orang tuanya ke kampong halaman mereka di krueng Kalee. Disanalah perjalanan keilmuannya dimulai di bawah asuhan ayahanda Tgk. Muhammad Hanafiyah yang dikenal dengan panggilan Teungku Haji Muda. Selain itu ia juga belajar agama di Dayah Tgk. Chik di Keubok pada Tgk. Musannif yang menjadi guru pertama setelah ayahnya sendiri.  &lt;br /&gt;Ketika umurnya beranjak dewasa, ia melanjutkan pendidikan ke negeri Yan Keudah, Malaysia, di Pesantren Tgk. Chik Muhammad Irsyad Ie Leubeu. Yang terakhir ini merupakan ulama Aceh turut mengungsi ke negeri Jiran akibat situasi perang. &lt;br /&gt; Dari Yan, Tgk. M. Hasan bersama adik kandungnya yang bernama Tgk. Abdul Wahab berangkat ke Mekkah untuk melanjutkan pendidikan di Mesjid al-Haram, namun tidak lama setiba mereka di sana, adiknya tersebut meninggal dunia karena sakit. Hal ini tidak membuat Tgk. Hasan patah asemangat, ia tetap sabar dan teguh melanjutkan pendidikannya dari para ulama besar Mesjid al-Haram hingga lebih kurang 7 tahun.&lt;br /&gt; Selain belajar ilmu agama, ia juga belajar ilmu falak dari seorang pensiunan jenderal kejaaan Turki Ustmani yang menetap di Mekkah. Hal mana kemudian membuatnya alaim dalam ilmu Falak dan digelar dengan sebutan “Tgk. Muhammad Hasan Al-Asyie Al-Falaky.”&lt;br /&gt; Sekembalinya dari Mekkah Abu Krueng Kalee tidak langsung pulang ke Aceh tapi terlebih dahulu singgah di Pesantren gurunya Tgk. M. Irsyad Ie Leubeu di Yan Kedah. Di pesantren ini Abu Krueng Kaleesempat mengajar beberpa tahun dan kemudian dijodhkan oleh gurunya dengan seorang gadis yatim keturunan Aceh bernama Nyak Safiah binti Husein. &lt;br /&gt; Atas panggilan pamannya Tgk. Muhamad Sa’id- Pimpinan Dayah Meunasah Baro- Tgk. M. Hasan pulang untuk mengabdidan mengajar di Dayah tersebut. Tidak lama berselang, Abu Krueng Kalee membuka lembaga pendidikannya sendiri di Meunasah Blang yang hari ini terletak di Desa Siem bersebelahan dengan desa Krueng Kalee, Kec. Darussalam, Aceh Besar. &lt;br /&gt;  Ditempat terakhir ini Abu Krueng Kalee mulai menbgabdikan seluruh ilmunya dan berhasil mencetak kader ulama-ulama baru berpengaruh dan berpencar di seluruh Aceh semisal Tgk. H. Mahmud Blang Bladeh, Tgk. H. Abdul rasyid Samlako Alue Ie Puteh, Tgk. H. Sulaiman Lhok Sukon, Tgk. H. Yusuf Kruet Lintang, Tgk. Haji Adnan Bakongan, Tgk. H. Sayid Sulaiman (mantan Imam Mesjid Raya Baiturrahman), Tgk. H. Idris Lamreng (ayahanda Alm. Prof. Dr. Safwan Idris, Matan Rektor IAIN Ar-Raniry Banda Aceh), dan lain-lainnya. Sebagaian dari mereka kemudian membuka lembaga-lembaga pendiidkan agama/ dayah baru di daerah masing-masing. &lt;br /&gt; Sutau hal yang patut disayangkan dari para ulama tradisional aceh dahulu adalah minimnya karya tulis keilmuan. Padahal mereka sangat “kaya” dalam khazanah ilmu agama dan pengalaman rohani. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh sisitem pembelajaran di aklanagan Dayah ketika itu yang sangat terfokus pada metode “Sima’I” dan “Talaqqiy” yaitu metode belajar dengan mendengar memahami dan menghafal. Metode yang sama juga digunakan ketika mngajarkan ilmu pengetahuan kepada generasi berikutnya. Sementara penyampaiannya kembali ilmu dalam bentuk narasi atau tulisan ilmiah meskipun dapat kita temukan, namun tidak sebanding dengan khazanah keilmuan yang mereka miliki. &lt;br /&gt;Fenomena ini juga terjadi pada kisah tgk. H. Hasan Krueng Kalee. Kemahiran Abu Krueng Kalee dalam Ilmu Falak (Astronomi) sangat disayangkan tidak membuahkan sebuah karya ilmiah yang dapat dijadikan rujukan hari ini. Padahal ilu yang dimilikinya tergolong ilmu yang langka di Aceh dan Nusantara ketika itu. Walaupun demikian semasa hidupnya Abu Krueng Kalee selalu menerbitkan hasil Hisab tentang awal bulan –bulan Arab, Khususnya Ramadhan, Syawal dan Haji yang sangat bermanfaat bagi masyarakat ketika itu. &lt;br /&gt;Hal senada juga diutaerakan oleh putranya, Tgk. H. Syech Marhaban Hasan Krueng Kalee, ia sangat menyayangkan minimnya karya tulis dari ayahandanya tersebut. Padahal ide, pemikiran, fatwa-fatwa dan hasil penelitian Abu Krueng Kalee dalam Hisab dan Falak sangat banyak, dan tentu akan sangat berguna jika dibukukan ketika itu. &lt;br /&gt;Peran Tgk. H. M. Hasan Krueng Kalee secara khusus sangat besar artinya bagi perekembanagn dan kemajuan pendidikan agama di Aceh pada masa berikutnya. Demikian pula kiprahnya dalam bidang politik telah memberi arti vital, dukungan dan semangat bagi kelangsungan Republik Indonesia yang ketika itu baru seumur jagung.&lt;br /&gt;Pada tanggal 19 Januari 1973, tepatnya malam jum’at sekitar pukul tiga dini hari, Abu Krueng Kalee menghembuskan nafasnya yang terakhir. Meninggalkan tiga orang istri; Tgk. Hj. Nyak Safiah di Siem; Tgk. Nyak Aisyah di Krueng Kalee; dan Tgk. Hj. Nyak awan di Lamseunong. Dari ketiga istri tersebut Abu Krueng Kalee Meninggalkan Tujuh belas orang putra dan putrid. Salah seorangnya yaitu Tgk. H. Syech Marhaban sempat menjabat Mentri muda pertanian pada masa pemerintahan presiden Soekarno. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karyanya dalam Bidang Tasawuf&lt;br /&gt; Selain aliran adlama berbagai disiplin ilmu agama Islam, Abu Krueng Kalee juga terkenal dengan Tasawuf dan kesufiannya. Abu Krueng Kalee adalah orang yang pertama memperkenalkan dan mengembangkan Tarekat Al-Hadadiyah di Seraambi Mekkah, sebagaimana dijelaskan dalam snad Tarekat. &lt;br /&gt; Dalam upaya menyebarkan tarekat tersebut, Tgk. H. Hasan Krueng Kalee menulis sebuah buku panduan dalam tarekat Al-Haddadiyah yang diberi nama: “Risalah Latifah fdi Adab Adz-Zikr wa al-Tahlil wa kaifiyatu Tilawah al-Samadhiyah ‘ala Tharekat Quthb al-Irsyad al Habib Abdullah al-Haddad.”&lt;br /&gt; Kitab “Risalah” setebal 32 halaman tersebut ditulis dalam dua bahasa; Arab; dan Melayu Jawi. Kitab ini terbagi dalam empat bagian. Bagain pertama menerangkan adab berzikir dan bertahlil. Bagian kedua menerangkan cara membaca shamadiyah menurut tarekat al-Haddadiyah. Bagian ketiga tentang silsilah sanad tarekat. Dan bagian ke empat menernagkan adab dan metode membaca kitab dalail khairat sebagaimana yang diijazahkan oleh kedua gurunya, Syech Abdullah Islail dan Syech Hasan Zamzami. &lt;br /&gt; Pada bagian pertama buku ini, Abu Krueng Kalee menjelaskan bagaimana prosedur yang seharusnya dipelihara dlam berzikir. Dimulai dengan memelihara adab berzikir; berupa taubat dari segala dosa besar dan kecil; duduk bersila menghadap kiblat sambil mengapitkan ibu kaki kanan ke dalam lipatan paha kiri tepat pada urat besar di bawah lutut kiri yang bernama urat kaimas; meletakkan dua tangan di atas kedua paha seraya menundukkan kepala sekedarnya dan menetapkan seluruh anggota tubuhnya. Selanjutnya membaca istighfar tiga kali dan shalawat atas Nabi sepuluh kali dengan bacaan tertentu. &lt;br /&gt; Selanjutnya mulai berzikir dengan ucapan khusus, seraya memejamkan mata agar terbuka mata hatinya. Dan dibayangkan wajah/rupa guru (orang yang memeberinya ijazah tarekat) di hadapannya. Karena dengan berkat/ ‘afwah gurunya-lah ia mendapatkan kebajikan zikir tersebut. Hal inilah yang disitilahkan dengan “Rabithah” dikalangan ahlus sufi. &lt;br /&gt; Buku yang selesai ditulis tanggal 5 dzulhijjah 1345 H ini, sangat menekankan pentingnya arti “Rabithah’ dalam bertarekat. Rabithah diartikan pertambatan hati antara guru dan muridnya. Menurut Abu Krueng Kalee, guru adalah ganti dari Rasulullah dalam hal memberi ijazah, Talqin dan Bai’at. Rabitah disini juga dimaknai dengan ikatan hati antara murid dengan gurunya lalu ikatan hati guru tersebut dengah gurunya yang lain hingga sampai kepada hati Rasululah Saw., selalu berharap kepada Allah ‘Azza wajalla dengan berzikir. &lt;br /&gt; Tgk. H. Hasan Krueng Kalee dalam buku ini juga menjelaskan bagaimana metode berzikir menurut tarekat al-Haddadiyah. Terlebih dahulu mengingat dalam hati kalimat “Allah, Allah” hingga hilang segala hal keduniaan (aghyar) pada hatinya. Bila telah sampai kepada kondisi itu, barulah dimulai zikir dengan mengucapkan “   “. Dalam mengucapkan kalimat “Ia” nafas di ambil dari pusar lalu dinaikkan ke otaknya, pada saat itu kepala dicondongkan sedikit ke kanan sambil mengucapkan kalimat   dan pada saat mengucapkan kalimat   “ seolah-olah kalimat itu dihujjamkan dalam hati yang terletak pada lambung kiri kadar dua ibu jari bawah susu. Hentakan tersebut dilakukan dengan mesra dan dimaksudkan untuk memberi bekas kepada hati, sebab ia adalah tempat bernaungnya syaitan yang bernama “Khannas”. Metode dzikir semacam ini juga dijumpai dalam berbagai tarekat sufi lain dalam pengucapan kalimat tahlil “   “.&lt;br /&gt; Pada kesudahan buku ini juga memeperingatkan orang agar berzikir dengan tulus ikhlas semata-mata karena Allah, serta memelihara bacaan dzikir agar tidak terjadi kesalahan pengucapan yang berdampak kepada kufur. Dzikir tidak hanya dilakukan dalam keadaan duduk, tapi boleh dalam keadaan berjalan, maupun berbaring. Baik dengan lisan atau dengan hati.&lt;br /&gt; Abu Krueng Kalee juga menjaelaskan sebaiknya seseorang terlebih dulu membaca samadhiah sepuluh ribu kali yang diniatkan bagi dirinya sendiri, lalau sepuluh ribu kali bagi orang tuanya, dan sepuluh ribu kali bagi syaikh/ gurunya. Akan tetapi yang paling afdhal untuk diri sendiri dibaca seratus ribu kali. &lt;br /&gt; Menurut Abu Krueng Kalee, keistimewaan membaca shamadiah (surat Ikhlas) di dasari atas hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim bahwa “ barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas sepuluh ribu kali, niscaya Allah akan membebaskan dari apai neraka.” Dalam riwayat Bukhari dan Muslim yang lain Rasulullah Saw, bersabda; “ Barangsiapa membaca “   “ sepuluh ribu kali bagi mayit, niscaya Allah akan membebaskannnya dari api neraka.”&lt;br /&gt; Tarekat Al-Haddadiyah memiliki cirri khas berupa kesederhanaan, khususnya dari segi bacaan dan praktek dzikir yang terfokus kepada kalimat Tauhid dan tahlil “     selain selawat dan doa-doa lainnya. Ini di dasari pada beberapa hadist Rasulullah yang menekankan pentingnya arti kalimat Tauhid tersebut. &lt;br /&gt;Kiprahnya Dalam Dunia Politik&lt;br /&gt; Satu hal yang menarik dikaji pada tokoh Abu Krueng Kalee adalah kiprahnya di dunia politik. Meski Abu Krueng Kalee seorang ulama salafi dan sufi terkemuka di Aceh yang dikenal sangat fanatic, namun hal tersebut tidak lantas membuatnya jauh dari dunia politik yang seolah dianggap tabu dan berseberangan dengan ajaran agama.&lt;br /&gt; Bagi pemerhati sirah  Rasulullah Saw yang mulia, hal seperti ini pada dasarnya tidaklah mengherankan. Sebab Rasul Saw yang notabene adalah waliyul aAuliya wa Asyfiya pemimpin para wali dan sufi) juga merupakan pemimpin pemerintah Islam. Mengurus agama dan juga mengatur Negara. Keduanya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dan saling melengkapi satu sama lain. Akhirat adalah tujuan, sementara dunia adalah jalan (wasilah)  untuk menuju kesana. &lt;br /&gt; pemahaman yang benar terhadap sirah Rasul ini membuat abu krueng kalee dapat mengkombinasikan kedua hal tadi dalam kehidupannya. karena tasawuf adan tarikat tidak selalu identik dengan uzlah (pengasingan diri) dari kehidupan social. Pemahaman ini pula yang kemudian membuat kiprah tgk. H. Hasan Krueng Kalee selalu hadir mengiuringi setiap peristiwa yang muncul disekelilingnya.&lt;br /&gt; Dalam upaya mengusir penjajahan colonial Belanda mislanya, sikap Abu Krueng Kalee jelas terlihat dari usahanya membentuk lascar mujahidin yang terdiri dari para santri dan masyarakat guna mengusir penjajahan dari Bumi Serambi Mekkah. Hal ini terus berlanjut hingga perang Revolusi mempertahankan kemerdekaan. &lt;br /&gt; Puncak dari dukungan tgk. H. Hasan Krueng Kalee terhadap republic Indonesia yang baru lahir ketika itu adalah diterbitkannya “Maklumat Ulama Seluruh Aceh” tanggal 15 oktober 1945.  maklumat ini berisikan tentang fatwa bahwa perjuangan memeprtahankan kemerdekaan Indonesia adalah sama dengan perjuangan suci yang disebut perang sabil  (Jihad fi sabilillah), dan merupakan sambungan dari perjuangan Aceh terdahulu seperti perjuangan Alm. Tgk. Chik Di Tiro, dan pahlawan-pahlawan kebangsaan lainnya. Maklumat penting ini diprakarsai dan ditandatangani oleh empat Ulama besar yaitu; Tgk. H. Hasan Krueng Kalee, Tgk. M. Daud Bereu’eh, Tgk. H. Djakfar Sidik Lamjabat, dan Tgk. Ahmad Hasballah Indarapuri, serta diketahui oleh Teuku Nyak Arief selaku residen Aceh dan disetujui oleh Tuanku Mahmud selaku ketua Komite Nasional. &lt;br /&gt; Selain maklumat bersama, beliau juga mengeluarkan maklumat sendiri yang tidak jauh berbeda dengan maklumat itu. Maklumat tersebut kemudian dicetak oleh Markas Daerah PRI (pemuda republic Indonesia) dengan surat pengantar yang ditandatangani ketua umumnya Ali Hasjimi tertanggal 8 November 1945 dan dikirim kepada para tokoh dan ulama seluruh aceh. Dampak dari seruan ini, berdirilah barisan Mujahidin diseluruh Aceh yang kemudian menjadi Mujahiddin Divisi Tgk Chik di Tiro.&lt;br /&gt; Keluarnya Maklumat Ulama seluruh Aceh tadi sangat memberi dampak positif bagi pemeritah baru RI saat itu dan munculnya semangat dukungan fisik dan materil rakyat Aceh bagi membiayai perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI. Sehingga tidak mengherankan, dalam kunjungan pertama presiden Soekarno ke Aceh Juni 1948, ia menegaskan bahwa Aceh segenap rakyatnya adalah modal pertama bagi kemerdekaan RI.”&lt;br /&gt; Kiprah politik Abu Krueng Kalee juga terlihat dalam kasus perang Cumbok antara pasukan hulubalang Aceh pimpinan Teuku Daud Cumbok dengan pasukan pejuang Aceh yang mendukung kemerdekaan RI.  &lt;br /&gt; Pad dasarnya tidak semua ulama setuju dengan perang ini. Abu Krueng Kalee salah seorang diantaranya. Abu Krueng Kalee lah yang di utus pihak pejuang Aceh di Kuta Raja untuk menemui Teungku Daud Cumbok agar mau berdamai. Namun ajakan itu ditolak. Atas sikapnya yang netral itu beliau diangkat oleh Komite Nasional Daerah Aceh menjadi salah seorang anggota tim penyelidikan asal-usul tragedi besar “perang saudara” yang telah merenggut sekitar 1500 nyawa rakyat Aceh dipenghujung tahun 1945 tersebut. &lt;br /&gt; Ketika peristiwa DI/TII meletus di Aceh tahun 1953, seorang utusan Daud Beureueh dating menjumpainya untuk mengajak bergabung dalam barisan DI/TII. Namun beliau menolak dengan sebuah ungkpan yang masyhur; “Ta Peu’ek geulayang Watei na Angen.” (terbangkanlah laying-layang ketika angina kencang). Ungkapan ini bermakna bahwa keputusan Abu Beureu’eh dan kawan-kawan ketika itu tidak di dukung oleh situasi dan kondisi yang tepat, tidak akan mebuahkan hasil dan justru akan menyengsarakan rakyat.&lt;br /&gt; Menjelang tahun lima puluhan, bersama beberapa tokoh lain Abu Krueng Kalee memprakarsai lahirnya Perdatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) di Aceh sekaligus memimpin organisasi tersebut aktif hingga tahun 1968.&lt;br /&gt; Kiprah politikj beliau terus berlanjut hingga pernah diangkat menjadi Dewan Konstituante pasca pemilu 1955 mewakili PERTI. Hingga akhir hayatnya beliau terus memberikan ilmu-ilmunya kepada masyarakat melaui konsultasi dan pengajian-pengajian.&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt; Tgk. H. Hasan Krueng Kalee memang telah tiada, namun degungan suara tahlil dan shamadiyah menurut tarekat Al-Haddadiyah masih menggema dan terus terdengar di berbagai desa dan kota di serambi Mekkah. Seiring dengan itu fatwa syahid yang beliau keluarkan masih terus relevan dan memberi motivasi sendiri bagi masyarakat Aceh dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan. Wallahu’alam&lt;br /&gt;Bahan ini merupakan ringkasan dari buku Ensikoledi Pemikiran ulama Aceh, karena sulitnya mencari biografi beliau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313687471363164554-2618621970321101068?l=ilmuushuluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/feeds/2618621970321101068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/2009/06/teungku-haji-muhammad-hasan-krueng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313687471363164554/posts/default/2618621970321101068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313687471363164554/posts/default/2618621970321101068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/2009/06/teungku-haji-muhammad-hasan-krueng.html' title='Teungku Haji Muhammad Hasan Krueng Kalee: Dari Tarekat Al-Haddadiyah hingga Fatwa syahid Membela Kemerdekaan'/><author><name>Rahman Akhyar Al Achie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15876093869757793429</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_fCUz032Oicc/SjJY1zbQwPI/AAAAAAAAAAM/9GvTUOBpsjk/S220/akhyar.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fCUz032Oicc/SjMiTPxMJuI/AAAAAAAAAAw/3TQ_1yERjLY/s72-c/Pas+Photo.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4313687471363164554.post-2486422131238566890</id><published>2009-06-12T20:29:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T20:35:19.111-07:00</updated><title type='text'>PERSATUAN UMAT ISLAM DI INDONESIA</title><content type='html'>Oleh : Rahman Akhyar Al-Achie&lt;br /&gt;Mengkaji pentas sejarah Indonesia pada dasarnya adalah mengkaji perjuangan umat Islam. pada dasarnya, tidak ada satupun dari garis panjang lintasan sejarah Indonesia yang tidak terkait dengan umat Islam. di Indonesia, umat Islam bukan hanya sebagai penduduk yang manyoritas ( 88.2 Persen ) di negri ini. Tetapi juga peran utama dalam memperjuangkan untuk menyelamatkan bangsa ini. Pada rentetan sejarah yang sangat panjang, umat islam di Indonesia senantiasa berjuang bahu membahu untuk membangun kekuatan yang tidak akan pernah lekang oleh zaman. Meskipun ada arus yang menginginkan perpecahan dan membenturkan sesame umat Islam, benteng persatuan yang bertumpu pada pondasi akidah selalu mampu dibangun dan ditata kembali.&lt;br /&gt;Persatuan Musli di Indonesia&lt;br /&gt; Persatuan umat islam nampak sangat mengkristal sejak portugis menduduki dan menguasai malaka pada tahun 1511 M. hal ini ditunjukkan dengan adanya reaksi umat islam yang berbasis di Demak. Pada tahun 1546 M mereka berusaha menghalau penjajah dan merebut kembali Malaka. Namun, persenjataan penjajah sangat kuat sehingga usaha umat Islam menuai kegagalan. Sejak itu, tidak kurang dari 350 tahun masyarakat di Indonesia hidu di bawah penjajahan portugis, spanyol, belanda, dan jepang. Sejak awal penjajahan itu pulaumat islam seluruh pelosok negeri bergerak merapatkan barisan guna menghalaunya.&lt;br /&gt; Perlu diketahui, pada saat portugis menguasai malaka sebenarnya umat islam telah berkembang dihampir diseluruh daerah penting di Indonesia seperti, Sumatra, jawa, Kalimantan, sulawesi,m maluku dan sebagainya.  Sebagaimana yang telah diprediksi oleh HAMKA, Islam masuk keindonesia pada masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin, khususnya pada masa Abu Bakar ash-Siddiq dan Umar bin al kathab ra. Hal ini didasarkan pada satu almanak tiongkok yang menyebutkan bahwa pada tahun 674 M terdapat satu kelompok masyarakat Arab (Islam) di Sumatra Barat, yaitu 42 tahun setelah rasulullah Wafat pada tahun 634 M. berdasarkan hal ini, islam masuk keindonesia bukan  pada abad ke 13 M tetapi pada abad ke 7 M. pada abad ke 13 M bukan awal Islam masuk ke Indonesia, tetapi awal penyebaran islam secara meluas di seluruh kawasan Indonesia.&lt;br /&gt; Menurut Akib Suminto, bagi orang-orang portugis, seluruh orang Islam adalah orang moor dan musuh yang harus diperangi. Orang-orang spanyol dan portugis pada abad ke 16 sengaja datang kepelosok dunia antara lain untuk memerangi orang Islam dan menggantikannya dengan orang Kristen. Artinya, dapat dikatakan bahwa api perjuangan umat Islam yang meledak diseluruh penjuru negeri dalam mengusir penjajah pada dasarnya bersumber pada satu hal, yaitu bersatu melawan musuh yang berupaya memadamkan cahaya Islam.&lt;br /&gt; Memasuki abad ke 20, perlawanan menghadapi penjajah Belanda mulai dilakukan  melalui wadah organisasi untuk menyatukan langkah umat Islam. pada tahun 1905 Haji Samanhoedi (1868-1956 ) mmendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI) di surakarta. Umat islam memberikan respon besar terhadap organisasi yang menjadi simbul persatuan umat melawan hegemoni penjajah ini. Dalam waktu singkat SDI telah mempunyai cabang di berbagai pelosok Indonesia. Pada tahun 1912, organisasi ini mengubah nama menjadi Sarekat Islam (SI) yang dalam waktu tujuh tahun kemudian telah mampu menghimpun dua setengah juta anggota. Perkembangan SI sangat pesat pada saat kepemimpinan Host Tjokroaminoto dan sambutan umat yang luar biasa membuat gentar Gubernur Jendral Belanda, AWF Ideburg. Karena itu, ia berusaha memecah SI menjadi perkumpulan kecil, dengan hanya memberikan pengekuan pada cabang-cabangnya yang mempunyai anggaran dasar sendiri dan tidak memiliki kaitan dengan pusat. Namun siasat lamburg ini gagal.&lt;br /&gt; Demikianlah sejarah telah mencatat, bahwa persatuan umat dibawah payung SI telah mapu melahirkan kekuatan yang menggetarkan pimpinan Belanda. Musuhpu kemudian memfokuskan pada upaya menghancurkan SI.&lt;br /&gt; Pada tahun 1913, seorang agen komunisme International, HJFM sneevilet datang ke Indonesia, pada tahun 1914 dia mendirikan indische cocial-democratische vareeniging ( ISDV )di Surabaya, ISDV inilah yang kemudian menjadi cikal bakal partai komunis Indonesia PKI. Orang-orang PKI yang berada di bawah ISDV  kemudian melakukan penyeludupan ke tubuh SI, akhirnya SI, dapat digembosi dan dilemahkan melalui berbagai maneuver dan fitnah yang keji. Pasca SI ini umat kembali menyusun persatuan dalam paying Muhammadiyah, MIAI, Hizbullah, Sabilillah dan lain sebagainya.semuanya bergerak untuk melepaskan umat dari cengkraman penjajah demi terwujudnya ‘izz al-Islam wa al-Muslimin.&lt;br /&gt; Umat islam semakin menyadari adanya upaya sevara sistematis yang berusaha menyingkirkan peran Islam dalam menata kehidupan, khusunyadalam bidang ekonomi dan politik. Karena itu, pada tanggal 7-8 november 1945 diselenggarakan konggres Umat Islam Indonesia di Yogyakarta. Konggres ini dihadiri oleh hamper seluruh irganisasi Islam, seperti Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Persatuan Islam, Persatuan Umat Islam dan sebagainya, mereka berkumpul guna menyatukan langkah menentang kembalinya kaum penjajah dan menyatukan pendapat tentang apa yang harus dilakukan untuk menata kehidupan bernegara. Setelah bersidang selama dua hari, konggres akhirnya meyepakati pembentukan partai politik Islam yang berfungsi sebagai salah satunya wadah perjuangan politik Umat Islam di Indonesia, yaitu partai politik Islam Masyumi.&lt;br /&gt; Partai ini telah merumuskan tujuan perjuangan secara jelas dan gambling, yaitu terlaksananya ajaran dan hukum Islam di setiap individu, masyarakat dan Negara Indonesia menuju keridhaan Ilahi. Begitu kuatnya potensi yang dimilikinya sehingga saat itu dipersiapkan bahwa andaikata Masyumi mau maka akan mampu mengambil alih pemerintah secara langsung. Hal ini karena adanya dukungan umat yang kuat serta para tokohnya yang ternama seperti KH Hasyim Asy-arie, Muhammad Natsir, Muhammad Roem, Syarifudin Prawiranegara, H Agus Salim, KH Wahid Hasyim, dan lain sebagainya. Melalui paying masyumi dan dukungan umat, para tokoh ini gigih memperjuangkan tegaknya syari’at Islam di bumi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan Masa Yang Akan Datang&lt;br /&gt; Penggalan cerita di atas dapat memberikan dua hal penting untuk kita jadikan pelajaran dalam menata persatuan umat islam di Indonesia, :&lt;br /&gt; Pertama : kesamaan pemikiran mengenai tujuan sebuah perjuangan merupakan hal yang paling strategis. Persatuan umat yang begitu kuat sejak menghalau portugis, spanyol, belanda, jepang hingga upaya menerapkan syari’at Islam melalui konstituante pada dasarnya bersandar pada kesamaan pemikiran, bahwa penjajah harus dilenyapkan dari setiap jengkal tanah muslim, serta kehidupan bermasyarakat dan bernegara harus bertumpu pada islam, sejalan dengan sejarah, saat ini denyut terhadap persatuan umat semakin terasa. Misalkan, ketika majlis ulama Indonesia MUI, ormas – ormas islam dan komponem umat islam lainnya bersama-sama menyelenggarakan konggres umat islam Indonesia KUII IV pada 17-21 April 2005 di Jakarta, konggres tersebut mengeluarkan 14 butir rekomendasi yang salah satu pointnya adalah menjadikan syari’at islam sebagai solusi dalam mengatasi berbagai macam problematika bangsa.&lt;br /&gt; Kedua : selalu ada upaya secara sistematis yang dilakukan untuk memecah belah persatuan umat karena hanya dengan cara inilah umat islam bias dikalahkan. Seperti pada sejarah diatas, keretakan yang pernah menimpa SI dan Masyumi tidak lain karena adanya maneuver dari musuh-musuh Islam. metode klasik ini pulalah yang terus dikembangkan untuk membenturkan sesama umat Islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4313687471363164554-2486422131238566890?l=ilmuushuluddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/feeds/2486422131238566890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/2009/06/persatuan-umat-islam-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313687471363164554/posts/default/2486422131238566890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4313687471363164554/posts/default/2486422131238566890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmuushuluddin.blogspot.com/2009/06/persatuan-umat-islam-di-indonesia.html' title='PERSATUAN UMAT ISLAM DI INDONESIA'/><author><name>Rahman Akhyar Al Achie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15876093869757793429</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_fCUz032Oicc/SjJY1zbQwPI/AAAAAAAAAAM/9GvTUOBpsjk/S220/akhyar.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
